Membongkar Kesesatan Syiah
Membongkar Kesesatan Syiah
penulis Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsari Lc.
Syariah Manhaji 12 - Februari - 2004 01:05:04
Serupa tapi tdk sama. Barangkali ungkapan ini tepat utk menggambarkan Islam dan kelompok Syi’ah. Secara fisik memang sulit dibedakan antara penganut Islam dgn Syi’ah. Namun jika ditelusuri -terutama dari sisi aqidah- perbedaan di antara kedua ibarat minyak dan air. Sehingga tdk mungkin disatukan.
Apa Itu Syi’ah?
Syi’ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yg berkumpul di atas suatu perkara.
Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yg menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lbh utama dari seluruh shahabat dan lbh berhak utk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin demikian pula anak cucu sepeninggal beliau.
Syi’ah dlm sejarah mengalami beberapa pergeseran. Seiring dgn bergulir waktu kelompok ini terpecah menjadi lima sekte yaitu Kaisaniyyah Imamiyyah Zaidiyyah Ghulat dan Isma’iliyyah. Dari kelima lahir sekian banyak cabang-cabangnya.
Dan tampak yg terpenting utk diangkat pada edisi kali ini adl sekte Imamiyyah atau Rafidhah yg sejak dahulu hingga kini berjuang keras utk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Dengan segala cara kelompok sempalan ini terus menerus menebarkan berbagai macam kesesatannya. Terlebih lagi kini didukung dgn negara Iran-nya.
Rafidhah diambil dari yg menurut etimologi bahasa Arab bermakna meninggalkan . Sedangkan dlm terminologi syariat bermakna: Mereka yg menolak imamah Abu Bakr dan ‘Umar c berlepas diri dari kedua dan mencela lagi menghina para shahabat Nabi .
Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata: “Aku telah berta kepada ayahku siapa Rafidhah itu? mk beliau menjawab: ‘Mereka adl orang2 yg mencela Abu Bakr dan ‘Umar’.”
Sebutan “Rafidhah” ini erat kaitan dgn Zaid bin ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abu Thalib dan para pengikut ketika memberontak kepada Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan di tahun 121 H.
Asy-Syaikh Abul Hasan Al-Asy’ari berkata: “Zaid bin ‘Ali adl seorang yg melebihkan ‘Ali bin Abu Thalib atas seluruh shahabat Rasulullah mencintai Abu Bakr dan ‘Umar dan memandang boleh memberontak1 terhadap para pemimpin yg jahat. mk ketika ia muncul di Kufah di tengah-tengah para pengikut yg membai’at ia mendengar dari sebagian mereka celaan terhadap Abu Bakr dan ‘Umar. Ia pun mengingkari hingga akhir mereka meninggalkannya. mk ia katakan kepada mereka:
“Kalian tinggalkan aku?” mk dikatakanlah bahwa penamaan mereka dgn Rafidhah dikarenakan perkataan Zaid kepada mereka “Rafadhtumuunii.” . Demikian pula yg dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dlm Majmu’ Fatawa .
Rafidhah pasti Syi’ah sedangkan Syi’ah belum tentu Rafidhah. Karena tdk semua Syi’ah membenci Abu Bakr dan ‘Umar sebagaimana keadaan Syi’ah Zaidiyyah.
Rafidhah ini terpecah menjadi beberapa cabang namun yg lbh ditonjolkan dlm pembahasan kali ini adl Al-Itsna ‘Asyariyyah.
Siapakah Pencetusnya?
Pencetus pertama bagi faham Syi’ah Rafidhah ini adl seorang Yahudi dari negeri Yaman yg bernama Abdullah bin Saba’ Al-Himyari yg menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan.2
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Asal Ar-Rafdh ini dari munafiqin dan zanadiqah . Pencetus adl Abdullah bin Saba’ Az-Zindiq. Ia tampakkan sikap ekstrim di dlm memuliakan ‘Ali dgn suatu slogan bahwa ‘Ali yg berhak menjadi imam dan ia adl seorang yg ma’shum .”
Sesatkah Syi’ah Rafidhah ?
Berikut ini akan dipaparkan prinsip mereka dari kitab-kitab mereka yg ternama utk kemudian para pembaca bisa menilai sejauh mana kesesatan mereka.
a. Tentang Al Qur’an
Di dlm kitab Al-Kaafi karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini dari Abu Abdullah ia berkata : “Sesungguh Al Qur’an yg dibawa Jibril kepada Muhammad 17.000 ayat.”
Di dlm Juz 1 hal 239-240 dari Abu Abdillah ia berkata: “Sesungguh di sisi kami ada mushaf Fathimah ‘alaihas salam mereka tdk tahu apa mushaf Fathimah itu. Abu Bashir berkata: ‘Apa mushaf Fathimah itu?’ Ia berkata: ‘Mushaf 3 kali lipat dari apa yg terdapat di dlm mushaf kalian. Demi Allah tdk ada pada satu huruf pun dari Al Qur’an kalian’.”
.
Bahkan salah seorang “ahli hadits” mereka yg bernama Husain bin Muhammad At-Taqi An-Nuri Ath-Thabrisi telah mengumpulkan sekian banyak riwayat dari para imam mereka yg ma’shum di dlm kitab Fashlul Khithab Fii Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbab yg menjelaskan bahwa Al Qur’an yg ada ini telah mengalami perubahan dan penyimpangan.
b. Tentang shahabat Rasulullah
Diriwayatkan oleh Imam Al-Jarh Wat Ta’dil mereka di dlm kitab Rijalul Kisysyi dari Abu Ja’far bahwa ia berkata: “Manusia sepeninggal Nabi dlm keadaan murtad kecuali tiga orang” mk aku berkata: “Siapa tiga orang itu?” Ia berkata: “Al-Miqdad bin Al-Aswad Abu Dzar Al-Ghifari dan Salman Al-Farisi” kemudian menyebutkan surat Ali Imran ayat 144.
Ahli hadits mereka Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini berkata: “Manusia sepeninggal Nabi dlm keadaan murtad kecuali tiga orang: Al-Miqdad bin Al-Aswad Abu Dzar Al-Ghifari dan Salman Al-Farisi.”
Demikian pula yg dinyatakan oleh Muhammad Baqir Al-Husaini Al-Majlisi di dlm kitab Hayatul Qulub 3/640.
Adapun shahabat Abu Bakr dan ‘Umar dua manusia terbaik setelah Rasulullah mereka cela dan laknat. Bahkan berlepas diri dari kedua merupakan bagian dari prinsip agama mereka. Oleh krn itu didapati dlm kitab bimbingan do’a mereka wirid laknat utk keduanya:
Ya Allah semoga shalawat selalu tercurahkan kepada Muhammad dan keluarga laknatlah kedua berhala Quraisy setan dan thaghut kedua serta kedua putri mereka
Mereka juga berkeyakinan bahwa Abu Lu’lu’ Al-Majusi si pembunuh Amirul Mukminin ‘Umar bin Al-Khaththab adl seorang pahlawan yg bergelar “Baba Syuja’uddin” . Dan hari kematian ‘Umar dijadikan sebagai hari “Iedul Akbar” hari kebanggaan hari kemuliaan dan kesucian hari barakah serta hari suka ria.
Adapun ‘Aisyah dan para istri Rasulullah lain mereka yakini sebagai pelacur -na’udzu billah min dzalik-. Sebagaimana yg terdapat dlm kitab mereka Ikhtiyar Ma’rifatir Rijal karya Ath-Thusi dgn menukilkan perkataan shahabat Abdullah bin ‘Abbas terhadap ‘Aisyah: “Kamu tdk lain hanyalah seorang pelacur dari sembilan pelacur yg ditinggalkan oleh Rasulullah”
Demikianlah betapa keji dan kotor mulut mereka. Oleh krn itu Al-Imam Malik bin Anas berkata: “Mereka itu adl suatu kaum yg berambisi utk menghabisi Nabi namun tdk mampu. mk akhir mereka cela para shahabat agar kemudian dikatakan bahwa ia adl seorang yg jahat krn kalau memang ia orang shalih niscaya para shahabat adl orang2 shalih.”
c. Tentang Imamah
Imamah menurut mereka merupakan rukun Islam yg paling utama3. Diriwayatkan dari Al-Kulaini dlm Al-Kaafi dari Zurarah dari Abu Ja’far ia berkata: “Islam dibangun di atas lima perkara: shalat zakat haji shaum dan wilayah ” Zurarah berkata: “Aku katakan mana yg paling utama?” Ia berkata: “Yang paling utama adl wilayah.”
Imamah ini adl hak ‘Ali bin Abu Thalib dan keturunan sesuai dgn nash wasiat Rasulullah . Adapun selain mereka yg telah memimpin kaum muslimin dari Abu Bakr ‘Umar dan yg sesudah mereka hingga hari ini walaupun telah berjuang utk Islam menyebarkan dakwah dan meninggikan kalimatullah di muka bumi serta memperluas dunia Islam mk sesungguh mereka hingga hari kiamat adl para perampas .
Mereka pun berkeyakinan bahwa para imam ini ma’shum dan mengetahui hal-hal yg ghaib. Al-Khumaini berkata: “Kami bangga bahwa para imam kami adl para imam yg ma’shum mulai ‘Ali bin Abu Thalib hingga Penyelamat Umat manusia Al-Imam Al-Mahdi sang penguasa zaman -bagi dan bagi nenek moyang beribu-ribu penghormatan dan salam- yg dgn kehendak Allah Yang Maha Kuasa ia hidup seraya mengawasi perkara-perkara yg ada.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dlm kitab Minhajus Sunnah benar-benar secara rinci membantah satu persatu kesesatan-kesesatan mereka terkhusus masalah imamah yg selalu mereka tonjolkan ini.
d. Tentang Taqiyyah
Taqiyyah adl berkata atau berbuat sesuatu yg berbeda dgn keyakinan dlm rangka nifaq dusta dan menipu umat manusia.
Mereka berkeyakinan bahwa taqiyyah ini bagian dari agama. Bahkan sembilan per sepuluh agama. Al-Kulaini meriwayatkan dlm Al-Kaafi dari Abu Abdillah ia berkata kepada Abu Umar Al-A’jami: “Wahai Abu ‘Umar sesungguh sembilan per sepuluh dari agama ini adl taqiyyah dan tdk ada agama bagi siapa saja yg tdk ber-taqiyyah.” . Oleh krn itu Al-Imam Malik ketika dita tentang mereka beliau berkata: “Jangan kamu berbincang dgn mereka dan jangan pula meriwayatkan dari mereka krn sungguh mereka itu selalu berdusta.” Demikian pula Al-Imam Asy-Syafi’i berkata: “Aku belum pernah tahu ada yg melebihi Rafidhah dlm persaksian palsu.”
e. Tentang Raj’ah
Raj’ah adl keyakinan hidup kembali orang yg telah meninggal. ‘Ahli tafsir’ mereka Al-Qummi ketika menafsirkan surat An-Nahl ayat 85 berkata: “Yang dimaksud dgn ayat tersebut adl raj’ah kemudian menukil dari Husain bin ‘Ali bahwa ia berkata tentang ayat ini: ‘Nabi kalian dan Amirul Mukminin serta para imam ‘alaihimus salam akan kembali kepada kalian’.”
f. Tentang Al-Bada’
Al-Bada’ adl mengetahui sesuatu yg sebelum tdk diketahui. Mereka berkeyakinan bahwa Al-Bada’ ini terjadi pada Allah . Bahkan mereka berlebihan dlm hal ini. Al-Kulaini dlm Al-Kaafi meriwayatkan dari Abu Abdullah : “Tidak ada pengagungan kepada Allah yg melebihi Al-Bada’.” . Suatu keyakinan kafir yg sebelum diyakini oleh Yahudi4.
Demikianlah beberapa dari sekian banyak prinsip Syi’ah Rafidhah yg dari saja sudah sangat jelas kesesatan dan penyimpangannya. Namun sayang tanpa rasa malu Al-Khumaini berkata: “Sesungguh dgn penuh keberanian aku katakan bahwa jutaan masyarakat Iran di masa sekarang lbh utama dari masyarakat Hijaz di masa Rasulullah dan lbh utama dari masyarakat Kufah dan Iraq di masa Amirul Mukminin dan Husein bin ‘Ali.”
Perkataan Ulama tentang Syi’ah Rafidhah
Asy-Syaikh Dr. Ibrahim Ar-Ruhaili di dlm kitab Al-Intishar Lish Shahbi Wal Aal menukilkan sekian banyak perkataan para ulama tentang mereka. Namun dikarenakan sangat sempit ruang rubrik ini mk hanya bisa ternukil sebagian saja.
1. Al-Imam ‘Amir Asy-Sya’bi berkata: “Aku tdk pernah melihat kaum yg lbh dungu dari Syi’ah.”
2. Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri ketika dita tentang seorang yg mencela Abu Bakr dan ‘Umar beliau berkata: “Ia telah kafir kepada Allah.” Kemudian ditanya: “Apakah kita menshalati ?” Beliau berkata: “Tidak tiada kehormatan .”
3. Al-Imam Malik dan Al-Imam Asy-Syafi’i telah disebut di atas.
4. Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Aku tdk melihat dia itu orang Islam.”
5. Al-Imam Al-Bukhari berkata: “Bagiku sama saja apakah aku shalat di belakang Jahmi dan Rafidhi atau di belakang Yahudi dan Nashara . Mereka tdk boleh diberi salam tdk dikunjungi ketika sakit tdk dinikahkan tdk dijadikan saksi dan tdk dimakan sembelihan mereka.”
6. Al-Imam Abu Zur’ah Ar-Razi berkata: “Jika engkau melihat orang yg mencela salah satu dari shahabat Rasulullah mk ketahuilah bahwa ia seorang zindiq. Yang demikian itu krn Rasul bagi kita haq dan Al Qur’an haq dan sesungguh yg menyampaikan Al Qur’an dan As Sunnah adl para shahabat Rasulullah . Sungguh mereka mencela para saksi kita dgn tujuan utk meniadakan Al Qur’an dan As Sunnah. Mereka lbh pantas utk dicela dan mereka adl zanadiqah.”
Demikianlah selayang pandang tentang Syi’ah Rafidhah mudah-mudahan bisa menjadi pelita dlm kegelapan dan embun penyejuk bagi pencari kebenaranAmin.
Sumber: www.asysyariah.com
