Asma` bintu Umais

penulis Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah Bintu ‘Imran
Sakinah Cerminana Shalihah 30 - Januari - 2006 23:23:43

Sebuah kehidupan yg dilingkupi kemuliaan. Bersaudara dgn para shahabiyah yg mulia bersanding dgn suami-suami yg mulia lahir dari rahim anak-anak yg mulia. Dia adl salah satu ahlus safinah yg mengarungi lautan utk menggapai kemuliaan dua hijrah menuju bumi Habasyah dan menuju Rasul-Nya yg mulia.

Dialah Asma` bintu Umais bin Ma’d bin Taim bin Al-Harits bin Ka’b bin Malik bin Quhafah bin ‘Amir bin Rabi’ah bin ‘Amir bin Mu’awiyah bin Zaid bin Malik bin Nasr bin Wahbillah bin Syahran bin ‘Afras bin Aftal Al-Khats’amiyah x
. Berkunyah dgn Ummu ‘Abdillah. Ibu bernama Hind bintu ‘Auf bin Zuhair bin Al-Harits bin Kinanah. Saudari-saudari seibu adl wanita-wanita yg mulia Maimunah bintu Al-Harits x
istri Rasulullah n
Lubabah Ummul Fadhl x
istri Al-’Abbas bin ‘Abdil Muththalib z
Lubabah Ash-Shughra x
ibu Khalid ibnul Walid z
.
Asma’ bintu Umais x
termasuk deretan para shahabat yg bersegera menyambut sinar Islam. Dia masuk Islam sebelum Rasulullah n
memasuki rumah Al-Arqam bin Abil Arqam di Makkah. Dia pun berbai’at kepada beliau n
.
Saat para shahabat bertolak ke negeri Habasyah dgn membawa keimanan mereka Asma’ bintu Umais bersama suami Ja’far bin Abi Thalib z
pun berangkat. Di negeri inilah lahir putra-putra Ja’far bin Abi Thalib: ‘Abdullah Muhammad dan ‘Aun.
Berbilang tahun mereka tinggal di Habasyah memenuhi perintah Rasulullah n
. Tahun ketujuh hijriyah para shahabat yg berada di Habasyah menyusul para shahabat yg lain hijrah ke Madinah berdampingan dgn Rasulullah n
. Mereka tiba bertepatan dgn hari-hari kemenangan kaum muslimin atas benteng Khaibar milik Yahudi.
Rasulullah n
sangat gembira menyambut kedatangan mereka. Ketika bertemu dgn Ja’far bin Abi Thalib beliau pun mencium kening sembari berkata “Demi Allah aku tdk tahu mana yg lbh menggembirakanku kemenangan Khaibar atau kedatangan Ja’far.”
Setelah kedatangan di Madinah Asma` berkunjung pada Hafshah bintu ‘Umar x
istri Rasulullah n
. Saat itu ‘Umar ibnul Khaththab z
masuk sementara Asma` tengah berada di sisi Hafshah. Ketika melihat ‘Umar pun berta pada putri “Siapa ini?” Hafshah menjawab “Asma` bintu Umais.” ”Inikah wanita yg datang dari Habasyah? Inikah wanita yg mengarungi lautan?” ta ‘Umar lagi. “Ya” jawab Asma`. “Kami telah mendahului kalian berhijrah. Kami lbh berhak atas Rasulullah n
” kata ‘Umar.
Asma` pun marah mendengar perkataan ‘Umar. “Tidak demi Allah wahai ‘Umar!” sahut “Dulu kalian berdampingan dgn Rasulullah n
memberi makan orang2 yg lapar di antara kalian dan memberi nasihat pada orang2 yg bodoh sementara kami jauh di negeri asing di Habasyah. Itu semua kami lakukan krn Allah k
dan krn Rasul-Nya. Demi Allah aku tdk akan makan sesuap pun dan tdk akan minum seteguk pun sampai kuceritakan ucapanmu kepada Rasulullah n
!”
Di hadapan Rasulullah n
Asma` mengadukan ucapan ‘Umar ibnul Khaththab z
. Beliau n
berkata “Tidak ada yg lbh berhak atasku daripada kalian. Dia dan shahabat-shahabatku yg lain memiliki satu kali hijrah sementara kalian memiliki dua hijrah.”
Selang beberapa waktu mereka menetap di Madinah. Tahun ke-8 setelah hijrah seruan perang Mu`tah bergema. Ja’far bin Abi Thalib memimpin kaum muslimin menggantikan Zaid bin Haritsah yg gugur dlm pertempuran itu. Namun Allah k
berkehendak Ja’far gugur pula dlm peperangan itu. Di bagian depan jasad didapati lbh dari empat puluh tikaman.
Pagi itu Asma` tengah melakukan pekerjaan rumah seperti biasa menyamak kulit membuat adonan makanan. Asma` pun memanggil anak-anak lalu membasuh wajah mereka dan meminyaki rambut mereka. Ketika itulah Rasulullah n
datang menemui sambil berkata “Wahai Asma` bawa kemari anak-anak Ja’far!” Asma` pun membawa mereka menemui Rasulullah n
. Beliau segera memeluk dan mengecup mereka lalu mengalirlah air mata beliau. Beliau menangis.
Asma` menerka akan terjadi sesuatu “Wahai Rasulullah apa yg membuatmu menangis? Apakah telah sampai padamu suatu berita tentang Ja’far dan teman-temannya?” “Ya” jawab beliau “Dia telah gugur hari ini.” Mendengar itu Asma` bangkit sambil menjerit. Para wanita pun berkumpul di sekeliling Asma`. Kemudian Rasulullah n
beranjak pergi utk menemui putri Fathimah x
agar membuatkan makanan utk keluarga Ja’far yg tengah tenggelam dlm kedukaan.
Sepeninggal Ja’far Asma` bintu Umais x
menikah dgn Abu Bakr Ash-Shiddiq z
. Lahir dari pernikahan ini Muhammad bin Abi Bakr Ash-Shiddiq di Dzul Hulaifah ketika Asma` bersama suami menunaikan haji wada’.
Asma` tetap mendampingi Abu Bakr Ash-Shiddiq z
hingga akhir hayat suaminya. Sebelum wafat Abu Bakr berpesan agar jasad dimandikan oleh Asma` bintu Umais dan bila dia merasa berat hendaklah dibantu oleh putra ‘Abdurrahman bin Abi Bakr. Demikianlah Asma` menunaikan pesan suami dgn baik. Dia memandikan jasad Abu Bakr di pagi yg teramat dingin. Saat itu dia sedang berpuasa. Asma` pun berta kepada orang2 yg hadir kala itu dari kalangan Muhajirin “Aku sedang berpuasa sementara ini hari yg teramat dingin. Apakah aku harus mandi?” “Tidak” jawab mereka.1
Ketika ‘Umar ibnul Khaththab z
memegang khilafah sepeninggal Abu Bakr z
dia menetapkan pemberian utk Asma` bintu ‘Umais sebesar seribu dirham.
Tak lama Asma`menyendiri krn seorang shahabat yg mulia ‘Ali bin Abi Thalib z
datang meminang dirinya. Menikahlah Asma` dgn ‘Ali bin Abi Thalib dan Allah k
anugerahkan putra bernama Yahya dan ‘Aun.
Suatu hari kedua putra Asma` dari suami yg terdahulu Muhammad bin Ja’far dan Muhammad bin Abi Bakr saling bertikai. Masing-masing mengatakan “Aku lbh mulia darimu! Ayahku pun lbh baik dari ayahmu!” ‘Ali bin Abi Thalib yg melihat pertikaian itu berkata kepada istri “Leraikanlah pertikaian mereka wahai Asma`!” Asma` pun melerai kedua dgn mengatakan “Aku tdk pernah melihat pemuda Arab yg lbh baik daripada Ja’far dan aku pun tdk pernah melihat seorang tua yg lbh baik daripada Abu Bakr.” Berhentilah perselisihan mereka.
Mendengar perkataan Asma` ‘Ali memandang Asma` sambil berkata “Engkau tdk menyisakan sedikit pun untukku..”
Sepanjang kehidupan bersama Rasulullah n
dia meriwayatkan ilmu dari beliau n
. Sepeninggal beliau berbilang banyak orang yg mengambil riwayat darinya. Kehidupan yg berkilau dgn kemuliaan dari sisi Rabb k
.
Asma` bintu Umais semoga Allah k
meridhainya….

Sumber Bacaan:
Al-Ishabah karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani
Al-Isti’ab karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr
Ath-Thabaqatul Kubra karya Al-Imam Ibnu Sa’d
Siyar A’lamin Nubala` karya Al-Imam Adz-Dzahabi
Tahdzibul Kamal karya Al-Imam Al-Mizzi

1 Kisah Abu Bakr berpesan kepada Asma` utk memandikan jenazah ini didhaifkan oleh An-Nawawi dlm Al-Majmu’ dan juga oleh Asy-Syaikh Al-Albani dlm Tamamul Minnah serta Al-Irwa` . -ed

Sumber: www.asysyariah.com