“Tinjauan Historis Teori Penyatuan Agama Dan Beberapa Kasus Yang Berkaitan Dengannya” ketegori Muslim.

 

Tinjauan Historis Teori Penyatuan Agama Dan Beberapa Kasus Yang Berkaitan Dengannya

Kategori Propaganda Sesat

Senin, 10 Mei 2004 14:43:08 WIB

TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA

Oleh
Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid
Bagian Pertama dari Enam Tulisan [1/6]

Teori ini sebenar berasal dari Yahudi dan Nasrani. Teori ini tergolong baru, yg disebarkan lewat selogan dan kegiatan-kegiatan dalam segala bidang untuk menyeret kaum muslimin keluar dari Islam. Namun di kalangan Yahudi dan Nasrani teori ini tergolong lama dan termasuk salah satu bentuk strategi mereka dan salah satu bentuk permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin.

Kalau ditinjau dari lintasan sejarah, teori ini telah melampui empat era.

[1]. KEMUNCULANNYA PADA ERA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan hal itu dalam kitabnya, bahwa Yahudi dan Nasrani senantiasa berupaya memurtadkan kaum muslimin dari Islam dan mengembalikan mereka kpd kekafiran. Bahwasa mereka senantiasa membujuk kaum muslimin kpd agama Yahudi dan Nasrani. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Arti : Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dpt mengembalikan kamu kpd kekafiran setelah kamu beriman, krn dengki yg (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintahNya. SesungguhNya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” [Al-Baqarah : 109]

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Arti : Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata : ‘Sekali-kali tdk akan masuk Jannah kecuali orang-orang (yg beragama) Yahudi dan Nasrani. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yg kosong belaka. Katakanlah : “Tunjukkan kebenaranmu jika kamu ialah orang-orang yg benar”. (Tidak demikian) dan bahkan barangsiapa yg menyerahkan diri kpd Allah, sedang ia beruntuk kebajikan, maka bagi pahala di sisi Rabb- dan tdk ada kekhawatiran terhadap mereka dan tdk (pula) mereka bersedih hati” [Al-Baqarah : 111-112]

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Arti : Dan mereka berkata : ‘Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendpt petunjuk’, Katakanlah : ‘Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yg lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik” [Al-Baqarah : 135]

Demikianlah pula dalam beberapa ayat lain yg sering dibaca oleh kaum muslimin, berisi peringatan terhadap bahaya Yahudi dan Nasrani serta golongan lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Arti : Dan janganlah kamu campuradukan yg hak dgn yg bathil dan janganlah kamu sembunyikan yg hak itu, sedang kamu mengetahui” [Al-Baqarah : 42]

Dalam tafsir Ibnu Jarir berkenaan dgn ayat berbunyi : “Dan janganlah kamu campuradukkan yg hak dgn yg batil”. Imam Mujahid berkata : “Janganlah kamu campuradukkan antara agama Yahudi dan Nasrani dgn Dienul Islam”.

Dalam tafsir Ibnu Katsir masih berkenan dgn ayat di atas Qatadah berkata : “Janganlah kamu campuradukkan agama Yahudi dan Nasrani dgn dien Islam, krn sesungguh dien yg diridhai di sisi Allah hanyalah Islam. Sedang Yahudi dan Nasrani ialah bid’ah bukan dari Allah.

Tafsir ini mrpk khazanah fiqh yg sangat agung dalam memahami kitabullah.

Kemudian usaha penyebaran teori ini tertahan untuk beberapa waktu, hingga berakhir tiga kurun yg utama, yakni zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sahabat dan tabi’in.

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=707&bagian=0

Sumber Tinjauan Historis Teori Penyatuan Agama Dan Beberapa Kasus Yang Berkaitan Dengannya : http://alsofwah.or.id