MPEG (Moving Picture Expert Group) audio layer III atau yg lbh dikenal dgn MP3 adl salah satu dari pengkodean dalam digital audio dan juga merupakan format kompresi audio yg menghilangkan aspek-aspek yg tak signifikan pada pendengaran manusia utk mengurangi besar file audio.

Sejarah mp3 dimulai dari tahun 1991 saat proposal dari Phillips (Belanda) CCET (Perancis) dan Institut für Rundfunktechnik (Jerman) memenangkan proyek utk DAB (Digital Audio Broadcast). Produk mereka Musicam (akan lbh dikenal dgn layer 2) terpilih krn kesederhanaan ketahanan terhadap kesalahan dan perhitungan komputasi yg sederhana utk melakukan pengkodean yg menghasilkan keluaran yg memiliki kualitas tinggi. Pada akhir ide dan teknologi yg digunakan dikembangkan menjadi MPEG-1 audio layer 3.
MP3 adalah pengembangan dari teknologi sebelumya sehingga dgn ukuran yg lbh kecil dapat menghasilkan kualitas yg setara dgn kualitas CD.

Spesifikasi dari layer-layer sebagai berikut:

  • Layer 1: paling baik pada 384 kbit/s
  • Layer 2: paling baik pada 256..384 kbit/s sangat baik pada 224..256 kbit/ baik pada 192..224 kbit/s
  • Layer 3: paling baik pada 224..320 kbit/s sangat baik pada 192..224 kbit/s baik pada 128..192 kbit/s

Kompresi yg dilakukan oleh mp3 tak mempertahankan bentuk asli dari sinyal input. Melainkan menghilangkan suara-suara yg keberadaan kurang/tak signifikan bagi sistem pendengaran manusia.  Proses pembuatan MP3 adl menggunakan model dari sistem pendengaran manusia dan menentukan bagian yg terdengar bagi sistem pendengaran manusia. Setelah itu sinyal input yg memiliki domain waktu dibagi menjadi blok-blok dan ditransformasi menjadi domain frekuensi. Kemudian model dari sistem pendengaran manusia dibandingkan dgn sinyal input dan dilakukan proses pemfilteran yg menghasilkan sinyal dgn range frekuensi yg signifikan bagi sistem pendengaran manusia. Proses diatas adl proses konvolusi dua sinyal yaitu sinyal input dan sinyal model sistem pendengaran manusia. Langkah terakhir adl kuantisasi data dimana data yg terkumpul setelah pemfilteran akan dikumpulkan menjadi satu keluaran dan dilakukan pengkodean dgn hasil akhir file dengan format mp3.
Proses pengkompresian mp3 dapat menghasilkan keluaran yg hampir setara dgn asli disebabkan oleh kelemahan dari sistem pendengaran manusia yg dapat dieksploitasi.

Berikut adl beberapa kelemahan dari sistem pendengaran manusia yg digunakan dalam pemodelan:

  • Bila terdapat dua suara yg dikeluarkan secara simultan maka pendengaran manusia akan mendengar yg lbh keras sedangkan yg lbh pelan akan tak terdengar.
  • Terdapat beberapa suara yg tak dapat didengar oleh manusia (diluar jangkauan frekuensi 30-30.000 Hz).
  • Terdapat beberapa suara yg dapat terdengar lbh baik bagi pendengaran manusia dibandingkan suara lainnya.

Kepopuleran dari mp3 yg sampai saat ini belum tersaingi disebabkan oleh beberapa hal. Pertama mp3 dapat didistribusikan di download dan di upload dgn mudah dan hampir tanpa biaya. walaupun sebenar hak paten dari mp3 telah dimiliki dan penyebaran download mp3 seharus dikenai biaya. Walaupun begitu pemilik hak paten dari mp3 telah memberikan pernyataan bahwa penggunaan mp3 utk keperluan perorangan tak dikenai biaya. Keuntungan  lain adl kemudahaan akses mp3 dimana banyak sofware yg dapat menghasilkan file mp3 dari CD dan keberadaan  file mp3 yg bersifat ubiquitos (kosmopolit).

Pada perbandingan kualitas suara antara beberapa format kompresi audio hasil yg dihasilkan bervariasi pada bitrate yg berbeda perbandingan berdasarkan codec yg digunakan. Pada 128 kbit/s LAME MP3 unggul sedikit dibandingkan dgn Ogg Vorbis AAC MPC and WMA Pro. Kemudian pada 64 kbit/sAAC-HE dan mp3pro menjadi yg teratas diantara codec lainnya. Dan utk diatas 128 kbit/s tak terdengar perbedaan yg signifikan. Pada umum format mp3 sekarang menggunakan 128 kbit/s dan 192 kbit/s sehingga hasil yg dihasilkan cukup baik.