Tokoh-Tokoh Penyeru Penyatuan Agama

penulisĀ Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari
headline Kajian Utama 07 - November - 2004 10:14:12

Ada hikmah di balik diciptakan kebatilan dan para pembela di tengah-tengah umat. Dengan kebatilan itu tampaklah jurang pemisah antara kebenaran dan kebatilan Islam dan kufur serta ketaatan dan kemaksiatan. Dengan itu pula Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan yg hak utk menghancurkan yg batil. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ
“Sebenar Kami melontarkan yg hak kepada yg batil lalu yg hak itu menghancurkan mk dgn serta merta yg batil itu lenyap.”
Allah telah membongkar niat-niat jahat dan keberadaan para penyokong kebatilan itu seperti dinyatakan dlm firman-Nya:
هُوَ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيْلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهُ إِلاَّ اللَّهُ
“Dialah yg menurunkan Al-Kitab kepada kamu. Di antara ada ayat-ayat yg muhkamat itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an dan yg lain mutasyabihat. Adapun orang2 yg dlm hati condong pada kesesatan mk mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yg mutasyabihat utk menimbulkan fitnah dan utk mencari-cari takwil padahal tdk ada yg mengetahui takwil melainkan Allah.”
وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيْقًا يَلْوُوْنَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوْهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Sesungguh di antara mereka ada segolongan yg memutar-mutar lidah membaca Al-Kitab supaya kamu menyangka yg dibaca itu sebagian dari Al-Kitab padahal dia bukan dari Al-Kitab. Dan mereka mengatakan dari sisi Allah padahal bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.”
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى اْلأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Dan kalau Kami menghendaki sesungguh Kami tinggikan derajat dgn ayat-ayat itu tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hwa nfsu (**) yg rendah mk perumpamaan seperti anjing. Jika kamu menghalau diulurkan lidah dan jika kamu membiarkan dia mengulurkan lidah . Demikian itulah perumpamaan orang2 yg mendustakan ayat-ayat Kami mk ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir.”
Berikut ini akan kami sebutkan orang2 yg terlibat dan giat menyerukan penyatuan agama baik dari dlm negeri maupun luar negeri yg mana mayoritas mereka terlanjur mendapatkan gelar “tokoh agama”. Apa yg kami sebutkan di sini tdk bermaksud membatasi di antara mereka:
- Jamaluddin bin Shafdar Al-Afghani
- Muhammad ‘Abduh bin Hasan At-Turkumani. Di antara kegigihan dlm menyebarkan propaganda setan ini dia dan beberapa orang lain termasuk guru Jamaluddin Al-Afghani mendirikan sebuah organisasi di Beirut yaitu organisasi “Persatuan dan Pendekatan” yg isi pendekatan antara tiga agama.
- Hasan Al-Banna. Dia adl pemimpin gerakan Ikhwanul Muslimin yg didirikan pada abad ke-20 Masehi di Mesir tepat Dzulqa’dah 1347 H di kota Ismailiyah yg sebelum berupa “Lembaga Pendekatan antara Sunnah dan Syi’ah”. Bermula dari gagasan yg dikemukakan yaitu “Tolong-menolong dlm hal yg kita sepakati dan saling mengormati dlm hal yg kita berbeda” mk dia mengatakan: “Permusuhan kita dgn Yahudi bukan krn agama.”
Kaidah yg digagas ini membuka peluang bagi umat Islam utk masuk ke dlm aliran apa saja baik aliran yg menisbatkan kepada Islam seperti Rafidhah ataupun selain Islam seperti Yahudi dan Nashrani sehingga dari kaidah syaithaniyyah inilah bertolak propaganda “Teologi Pluralis” dan “Dialog Lintas Agama”.
- Hasan bin Abdullah At-Turabi . dlm kaset ceramah yg berjudul Ta’dilul Qawanin dia mengatakan “Boleh bagi seorang muslim utk menjadi seorang Yahudi atau Nashrani seperti hal mereka dibolehkan utk menjadi seorang muslim.” Di kesempatan lain dlm salah satu acara muhadharah dgn tema “Ad-Daulah Baina Nazhariyah Wa Tathbiq” dia mengatakan “Tidak boleh bagi seorang muslim utk mengkafirkan Yahudi atau Nashrani.”
- Thariq Suwaidan. Ia berasal dari Kuwait menjadi asisten dosen di sebuah fakultas teknologi. Ia bergabung dgn gerakan Ikhwanul Muslimin dan menjadi salah seorang dainya. Kaset-kaset ceramah dan buku-buku dipenuhi dgn propaganda “Teologi Pluralis”.
- Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Sejak kecil sang doktor ini dididik di lingkungan Ikhwanul Muslimin bahkan berguru langsung kepada pimpinan utama Hasan Al-Banna hingga akhir dia menjadi da’i besar Ikhwanul Muslimin sampai sekarang. Bertolak dari gagasan sang pimpinan dia pun menjadi orang yg paling getol menyuarakan penyatuan agama. Hal ini terbukti dari sejumlah seminar yg dihadiri seperti seminar yg diselenggarakan di Libya tentang “Islam dan Kristen” pada tahun 1976 di Sudan pada tahun 1994 dgn tema “Teologi Pluralis dan Dialog Lintas Agama” di Moskow pada tahun 1995 seputar “Islam dan Perundingan Agama-Agama Lain” juga di Jerman pada tahun 1995. Di antara pernyataan dia mengatakan “Sesungguh luas kehidupan itu meliputi agama peradaban dan kebudayaan. Dan sesungguh keberagaman ini termasuk dari maslahat manusia tidaklah bertolak belakang dgn kemaslahatan manusia. mk tdk bisa dipaksakan hanya ada satu peradaban dan satu agama saja di dunia ini.”
- Prof. Dr. Nurcholis Madjid. laki2 kelahiran Jombang 17 Maret 1939 ini telah mempelopori gerakan sekularis di Indonesia sejak tahun 1970-an. Lewat buku “Pluralitas Agama” halaman 2 terbitan KOMPAS dia menyuarakan teologi inklusif dan pluralis kata “Umat Islam pun diperintahkan utk senantiasa menegaskan bahwa kita semua para penganut kitab suci yg berbeda-beda itu sama menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan sama-sama pasrah kepada-Nya.”
- Prof. Dr. Harun Nasution. Dia lulusan McGill University Kanada. Melalui buku yg berjudul “Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya” yg kemudian dijadikan buku utama mahasiswa IAIN se-Indonesia dlm mata kuliah “Pengantar Ilmu Agama Islam” dia mengatakan “Jelaslah kelihatan bahwa agama Yahudi Kristen dan Islam adl satu asal…” Masih dlm buku itu ia juga mengatakan “Tetapi dlm pada itu kemurnian tauhid hanya dipelihara oleh Islam dan Yahudi.”
- Budy Munawar Rachman . Tulisan-tulisan yg mengarah kepada propaganda Teologi Pluralis sangatlah jelas seperti dlm situs www.islamlib.com berjudul “Memudar Kerukunan Hidup Beragama Agama Harus Berdialog.”
- Muhammad Ali . dlm harian KOMPAS dia meluncurkan sebuah artikel yg berjudul “Paradigma Baru Misi Agama-Agama” kata “Dalam paradigma lama kegiatan misi agama-agama penuh dgn prasangka teologis seperti klaim satu-satu kebenaran dan label kufur terhadap agama lain ungkapan tdk ada penyelamatan selain pada agamaku dan sejenisnya. dlm paradigma baru sikap yg dikembangkan adl saling menghormati saling mengakui eksistensi serta pengayaan iman . Sejalan dgn paradigma baru sikap lain yg perlu dikembangkan adl sikap relatively absolute atau absolutely relative bahwa yg saya miliki memang benar tetapi relatif bila dikaitkan dgn yg lain.”
- Said Agil Siraj . Dari tulisan yg berjudul “Laa Ilaha Illalloh juga” dia mengatakan bahwa agama yg membawa misi tauhid adl Yahudi Nashrani dan Islam. Dia juga mengatakan bahwa ketiga agama itu sama-sama memiliki komitmen utk menegakkan tauhid. Tulisan ini kemudian dimuat oleh Bambang Noorsena tokoh Kristen Ortodoks-Syria dlm buku yg berjudul “Menuju Dialog Teologi Kristen – Islam”.
- Seluruh tokoh-tokoh yg terlibat dan tergabung dlm Jaringan Islam Liberal di mana mereka merumuskan gerakan ke dlm beberapa hal di antaranya:
Pertama: memperkokoh landasan demokrasi melalui penanaman nilai-nilai pluralisme inklusifisme dan humanisme.
Kedua: membangun kehidupan keberagamaan yg berdasarkan pada penghormatan atas perbedaan.
Para pembaca demikian itulah beberapa “tokoh” yg gencar melakukan propaganda penyatuan agama agar kita senantiasa berhati-hati dari mereka dan dari propaganda-propagandanya. Selain itu apa yg mereka serukan tersebut nyata-nyata hanyalah barang dagangan yg murahan dan kadaluwarsa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيْعَةٍ مِنَ اْلأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat dari urusan itu mk ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hwa nfsu (**) orang2 yg tdk mengetahui.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُوْرِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
“Hai manusia sesungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dlm dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang2 yg beriman.”
Dan kita juga membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِنْ هِيَ إِلاَّ فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ
“Itu hanyalah cobaan dari Engkau Engkau sesatkan dgn cobaan itu siapa yg Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yg Engkau kehendaki.”
Para ahli batil itu akan terus melancarkan kerancuan-kerancuan dan kebatilan-kebatilan selaras dgn sumpah penggagas Iblis la’natullah ‘alaih seperti dlm firman Allah:
لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِيْنَ
“Saya benar-benar akan mereka dari jalan Engkau yg lurus kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tdk akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur .”
وَقَدْ مَكَرُوْا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُوْلَ مِنْهُ الْجِبَالُ
“Dan sesungguh mereka telah membuat makar yg besar padahal di sisi Allah-lah makar mereka itu. Dan sesungguh makar mereka itu sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.”
Namun tdk ada yg patut utk kita takuti sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala adl sebaik-baik pelindung. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِنَ النُّوْرِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ
“Allah adl Pelindung orang2 yg beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya . Dan orang2 yg kafir pelindung-pelindung ialah syaithan yg mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan . Mereka itu adl penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”
وَجَاهِدُوْا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيْكُمْ إِبْرَاهِيْمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هَذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاَكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dgn jihad yg sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tdk menjadikan utk kamu dlm agama suatu kesempitan. agama orang tuamu Ibrahim. Dia telah menamai kamu sekalian orang2 muslim dari dahulu dan dlm ini supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia mk dirikanlah shalat tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adl Pelindungmu mk Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”
Kita diperintahkan Allah utk menghindar dan tdk menyambut baik propaganda-propagandanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِيْنَ
“Dan sesungguh jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu sesungguh kamu kalau begitu termasuk golongan orang2 yg zalim.”
وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوْكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ
“Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tdk memalingkan kamu dari sebagian apa yg telah diturunkan Allah kepadamu.”
وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْ آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلاَ تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ
“Dan apabila kamu melihat orang2 memperolok-olok ayat-ayat Kami mk tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yg lain. Dan jika syaithan menjadikan kamu lupa mk janganlah kamu duduk bersama orang2 yg zalim itu sesudah teringat .”
وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلاَ وَاقٍ
“Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan dlm bahasa Arab. Dan seandai kamu mengikuti hwa nfsu (**) mereka setelah datang pengetahuan kepadamu mk sekali-kali tdk ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap Allah.”
Wal ‘ilmu ‘indallah.

Sumber: www.asysyariah.com