Di bawah ini adl urutan-urutan gerakan dan do’a yg dilakukan dalam sholat lima waktu.

    Seorang muslim yg hendak melakukan salat hendaklah berdiri tegak setelah masuk waktu salat dalam keadaan suci dan menutup aurat serta menghadap kiblat dgn seluruh anggota badannya tanpa miring atau menoleh ke kiri dan ke kanan.

    Kemudian berniat utk melakukan salat yg ia maksudkan di dalam hatinya tanpa diucapkan.

    Kemudian melakukan takbiratul ihram yaitu membaca Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dgn kedua bahunya ketika takbir.

    Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada atau di bawahnya sepanjang masih di atas pusar.

    Kemudian membaca do’a iftitah ta’awwudz dan basmalah kemudian membaca Al-Fatihah. Apabila sampai pada bacaan “Waladholliin” dia membaca aamiin.

    Setelah itu membaca salah satu surat atau apa yg mudah baginya di antara ayat-ayat Alquran.

    Kemudian mengangkat kedua tangan sejajar dgn bahunya lalu ruku’ sambil mengucapkan Allahu Akbar selanjutnya memegang dua lutut dgn kedua tapak tangan dgn meratakan tulang punggung tidak mengangkat kepalanya juga tidak terlalu membungkukannya dan jari-jari tangannya hendaknya dalam keadaan terbuka.

    Pada saat ruku’ membaca “Subhaanarobbiyaladzim” tiga kali atau lebih.

    Kemudian bangkit dari rukuk seraya mengangkat kedua tangan sejajar dgn kedua bahu sambil membaca “Sami’allaahu liman hamidah” sampai tegak berdiri dalam keadaan i’tidal kemudian membaca “Rabbanaa lakalhamdu hamdan katsiiraan thoyyiban mubarakan fiih” .

    Kemudian sujud sambil mengucapkan “Allahu Akbar” lalu sujud bertumpu pada tujuh anggota sujud yaitu dahi dua telapak tangan dua lutut dan ujung dua tapak kaki. Hendaknya diperhatikan agar dahi dan hidung betul-betul mengenai lantai serta merenggangkan bagian atas lengannya dari samping badannya dan tidak meletakkan lengannya ke lantai dan merapatkan jari-jemarinya serta mengarahkan ujung jari-jarinya ke arah kiblat.

    Membaca “Subhanarabbiyal a’la” tiga kali atau lbh dalam sujud.

    Bangkit dari sujud sambil mengucapkan “Allahu Akbar” kemudian duduk iftirasy yaitu bertumpu pada kaki kiri dan duduk di atasnya sambil menegakkan telapak kaki kanan seraya membaca “Rabbighfirli warhamni wahdini warzuqni” .

    Kemudian sujud lagi seperti di atas lalu bangkit utk melaksanakan rakaat kedua sambil bertakbir. Kemudian melakukan seperti pada rakaat pertama hanya saja tanpa membaca do’a iftitah lagi. Apabila telah menyelesaikan rakaat kedua hendaknya duduk utk melaksanakan tasyahud. Apabila salatnya hanya dua rakaat saja seperti salat Subuh maka membaca tasyahud kemudian membaca shalawat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam lalu langsung salam dgn mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullah” . Sambil menoleh ke kanan kemudian mengucapkan salam lagi sambil menoleh ke kiri.

    Jika salat itu termasuk salat yg lbh dari dua rakaat maka berhenti ketika selesai membaca tasyahud awal yaitu pada ucapan “Asyhadu alla ilaaha illalllaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuuluh” . Kemudian bangkit berdiri sambil mengucapkan takbir dan mengangkat kedua tangan sejajar dgn kedua bahu lalu mengerjakan rakaat berikutnya seperti rakaat sebelumnya hanya saja terbatas pada bacaan surat Al-Fatihah saja.

    Kemudian pada rakaat terakhir duduk tawarruk yaitu dgn menegakkan telapak kaki kanan dan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan sambil mendudukkan pantat di lantai serta meletakkan kedua tangan di atas kedua paha. Lalu membaca tasyahud membaca shalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari empat perkara berikut “Allahumma inni a’udzubika min ‘adzaabi jahannama wamin ‘adzaabil qobri wamin fitnatil mahyaa walmamaati wamin fitnatil masiihiddajjaal” .

    Kemudian mengucapkan salam dgn suara yg jelas sambil menoleh ke kanan lalu mengucapkan salam kedua sambil menoleh ke kiri.

    Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

    sumber file al_islam.chm