Syi’ah Imamiyah 12 adl sebuah kelompok yg berpegang teguh pada keyakinan bahwa Ali adl yg berhak mewarisi khilafah dan bukan Abu Bakar Umar atau Utsman r.a. Mereka meyakini adanya 12 imam. Imam yg terakhir menurut mereka sedang menghilang masuk dalam gua di Sammara . Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya Dua belas imam yg dijadikan imam oleh dan utk mereka adl sebagai berikut Ali bin Abi Thalib r.a. digelari “Al-Murtadha” khalifah ke empat khulafaurrasyidin menantu Rasulullah saw. dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljim di Masjid Kufah pada tanggal 17 Ramadan tahun 40 H.Hasan bin Ali r.a. digelari “Al-Mujtaba”. Husein bin Ali r.a. digelari “Asy-Syahid” . Ali Zainal Abidin bin Husein digelari “As-Sajjad”. Muhammad Baqir bin Ali Zainal Abidin digelari “Baqir”. Jafar Shadiq bin Mohammad Baqir digelari “As-Shadiq” . Musa Kadzim bin Jafar Shadiq digelari “Kadzim” . Ali Ridha bin Musa Kadzim digelari “Ridha”. Muhammad Jawwad bin Ali Ridha digelari “Taqy” . Ali Hadi bin Muhammad Jawwad digelari “Naqy” . Hasan Askari bin Ali Hadi digelari “Zaky”. Muhammad Mahdi bin Muhammad al-Askari yg digelari “Imam Muntadhar” . Mereka meyakini bahwa imam yg kedua belas telah masuk ke dalam gua. Secara historis di antara tokoh-tokohnya yg menonjol ialah Abdullah bin Saba seorang Yahudi dari Yaman yg berpura-pura memeluk Islam. Ditransfernya apa-apa yg ditemukannya dalam ide-ide Yahudi kepada Syi’ah seperti Raj’ah tidak mati menjadi raja di bumi berkemampuan utk melakukan sesuatu yg tak ada seorang pun yg mampu melakukannya mengetahui apa yg tidak diketahui orang ditetapkan sifat berpermulaan dan sifat lalai bagi Allah. Adalah Abdullah bin Saba yg pernah berkata ketika ia masih menganut agama Yahudi bahwa Yusa bin Nun telah mendapat wasiat dari Musa a.s. sebagaimana di dalam Islam bahwa Ali r.a. juga telah mendapat wasiat dari Muhammad saw. Abdullah bin Saba telah berpindah dari Madinah ke Mesir Kufah Fusthath dan Basrah kemudian berkata kepada Ali r.a. “Engkau engkau!” dgn maksud engkaulah Allah. Sesuatu yg mendorong Ali r.a. memutuskan diri utk membunuhnya tetapi Abdullah bin Abbas r.a. menasihatinya agar keputusan itu tidak dilaksanakan. Kemudian tokoh itu dibuang ke Madain. Mansyur Ahmad bin Abi Thalib al-Thabrassyi wafat tahun 588 H pengarang buku Al-Ihtijaj . Kulainy pengarang kitab Al-Kafi dicetak di Iran pada tahun 1278 H. Buku tersebut di kalangan mereka setara dgn kitab Shahih Bukhari di kalangan Ahli Sunnah. Diyakininya bahwa di dalam kitab itu terdapat 16199 buah hadis. Hadis yg diriwayatkan dari Rasulullah saw. kira-kira 6000 buah hadis. Di dalam kitab itu banyak terdapat hal-hal khurafat dan palsu. Haj Mirza Husein bin Muhammad Taqi an-Nuri at-Thabrasyi wafat tahun 1320 H dimakamkan di pemakaman syuhada pilihan di Nejev pengarang buku Fashl Khitab fi Ishbati Tahrifil Kitab Rab al-Arbab. Di dalam buku ini diyakininya bahwa Alquran yg ada sekarang ini banyak ditambah-tambahi dan dikurangi antara lain kata mereka di dalam surah Insyirah dikurangi kalimat “Dan kami jadikan Ali menantumu.” Naudzu billah! . Buku tersebut telah dicetak di Iran pada tahun 1289 H. Ayatullah al-Mamaqani pengarang buku Tanqih al-Maqal fi Ahwali ar-Rijal. Tokoh ini menurut mereka adl dedengkotnya Jarh Wat Ta’dil . Di dalam buku tersebut terdapat sesuatu yg menggelari Abu Bakar dan Umar r.a. dgn gelar “tukang sihir/dukun dan tagut”. Silakan periksa buku itu juz I h. 207 cetakan tahun 1352 H percetakan Murtadhawiyah di Nejev. Abu Jafar al-Tusyi pengarang buku Tahdzib al-Ahkam dan Muhammad bin Murtadha yg dipanggil dgn Mala Muhsin al-Kasyi pengarang buku Al-Wafi dan Muhammad bin Hasan Hur ‘Amily pengarang buku Wasail Syi’ah ila Ahadis asy-Syari’ah dan Muhammad Baqir bin Syekh Muhammad Taqy yg dikenal dgn “Al-Majlisi” pengarang buku Biharul Anwar fi Ahadis an-Nabi wal-Aimmah al-Athhar dan Fathullah al-Kasyani pengarang buku Manhaj ash-Shadiqin dan Ibnu Abi Hadid pengarang buku Syarah Nahjul Balaghah. Ayatullah Khomaini salah satu tokoh Syi’ah kontemporer pemimpin revolusi Syi’ah Iran. Ia yg mengendalikan rol pemerintahan. Ia mengarang buku Kasyful Asror dan Pemerintahan Islam. Walaupun ia menyatakan tentang ide wilayatul faqih dan menjunjung tinggi slogan-slogan Islam secara umum pada awal revolusi ternyata ia masih menanamkan akar-akar Syi’ah fanatik yg sempit yg mengendalikan negara dan membawa kepada sebuah peperangan yg kejam dgn tetangganya sendiri Irak. Pemikiran dan Diktrin-doktrinnya Imamah Harus dgn Tekstual Imam terdahulu harus menentukan imam penggantinya secara tekstual dan langsung ditunjuk orangnya bukan dgn bahasa isyarat. Imamah sesuatu yg sangat penting yg tidak boleh terpisahkan antara Rasulullah saw. dgn umat. Dan tidak boleh dibiarkan masing-masing orang menyampaikan pendapatnya tentang imamah justru harus ditentukan seseorang yg menjadi tempat bertanya dan rujukan. Mereka berdalil bahwa dalam imamah Rasulullah saw. telah menentukan Ali bin Abi Thalib r.a. menjadi imam setelah beliau secara tekstual yg nyata pada hari “Ghadir Kham” . Diyakininya bahwa Ali r.a. juga telah menentukan kedua putranya Hasan dan Husein secara tekstual dan begitu seterusnya bahwa tiap imam menentukan imam berikutnya dgn wasiat daripadanya. Mereka itu disebut “Aushiya’” . Ishmah Setiap imam terpelihara dari segala kesalahan kelalaian dan dosa baik dosa besar maupun dosa kecil. Ilmu Setiap imam dititipi ilmu dari Rasulullah saw. utk menyempurnakan syariat Islam. Imam memiliki ilmu laduni. Tak ada perbedaan antara imam dgn Rasulullah saw. Yang membedakan adl bahwa Rasulullah saw. mendapat wahyu. Rasulullah saw. telah menitipkan kepada mereka rahasia-rahasia syariat Islam agar mereka mampu memberikan penjelasan kepada manusia sesuai dgn kebutuhan zamannya. Sesuatu yg Luar Biasa Peristiwa yg luar biasa boleh terjadi pada diri imam itu disebut “mukjizat”. Jika tidak ada satu teks tertulis dari imam sebelumnya dalam kondisi seperti itu penentuan imam harus berlangsung dgn sesuatu yg luar biasa. Al-Gaibah Diyakininya bahwa zaman tidak pernah kosong dari sebuah argumentasi yg membuktikan adanya Allah baik secara logika maupun secara hukum. Sebagai konsekuensi logisnya bahwa imam yg ke-12 telah menghilang di sebuah gua . Diyakininya pula bahwa imam tersebut memiliki gaibah shugra dan gaibah kubra . Ini adl salah satu mitos mereka. Raj’ah Diyakininya bahwa Imam Hasan al-Askari akan datang kembali pada akhir zaman ketika Allah mengutusnya utk tampil. Oleh sebab itu tiap malam setelah salat magrib mereka berdiri di depan pintu gua itu dan mereka telah menyediakan sebuah kendaraan kemudian mereka pergi dan mengulangi perbuatannya itu pada malam berikutnya. Mereka berkata bahwa ketika kembali imam itu akan memenuhi bumi dgn keadilan sebagaimana bumi sedang dibanjiri oleh kekejaman dan kezaliman. Ia akan melacak lawan-lawan Syi’ah sepanjang sejarah. Syi’ah Imamiah ini benar-benar berkata bahwa imam itu pasti akan datang kembali bahkan sebagian sekte-sekte Syi’ah yg lainnya menyatakan bahwa sebagian mereka yg mati pun akan datang kembali. Taqiyah Mereka menganggap bahwa taqiyah adl salah satu pokok ajaran agama. Barangsiapa yg meninggalkan taqiyah sama hukumnya dgn meninggalkan salat. Taqiyah adl suatu kewajiban yg tidak boleh dihapuskan sampai yg berwenang tampil barangsiapa yg meninggalkannya sebelum ia tampil ia telah keluar dari agama Allah dan dari agama imamiah. Mereka mengambil dalil dari firman Allah “Kecuali krn memelihara diri dari sesuatu yg ditakuti dari mereka.” . Doktrin taqiyah juga dihubung-hubungkan dgn Abu Jafar imam yg kelima dgn ucapannya “Taqiyah adl agamaku dan agama nenek moyangku. Tak ada imannya seseorang yg tidak memiliki taqiyah.” Diperluasnya pemahaman taqiyah itu sampai pada batas dusta dan haram. Mut’ah Mereka memandang bahwa memut’ah wanita adl adat yg terbaik dan pengorbanan yg paling afdal. Mereka mengambil dalil “Maka istri-istri yg telah kamu ni’mati di antara mereka berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban.” . Padahal Islam telah mengharamkan sistem perkawinan tersebut suatu perkawinan yg persyaratannya dibatasi dgn waktu tertentu yg menurut Ahli Sunnah syaratnya harus menghadirkan niat utk mengekalkannya . Kawin mut’ah mempunyai banyak dampak negatif di tengah-tengah masyarakat. Mereka juga meyakini ada mushhaf versi mereka yg namanya Mushhaf Fathimah. Dalam bukunya Al-Kafi h. 57 cetakan tahun 1278 H Kulainy meriwayatkan dari Abi Basyir yakni Jafar Shadiq “Bahwasanya kami mempunyai Mushhaf Fathimah r.a. Kataku ‘Apa itu Mushhaf Fathimah?’ Ia berkata ‘Sebuah Mushhaf yg isinya seperti Alquran kalian 3 kali demi Allah tidak ada satu huruf pun isinya dari Alquran kalian’.” Lepas Tangan Mereka lepas tangan dari ketiga orang khalifah Rasulullah saw. Abu Bakar Umar dan Utsman r.a. dan memberi mereka sifat-sifat yg tercela. Sebab menurut keyakinan mereka ketiga orang khalifah itu telah merampas khilafah dari orang yg paling berhak utk menerimanya. Mereka juga melaknat Abu Bakar dan Umar r.a. dalam mengawali segala amal perbuatan yg baik sebagai ganti dari membaca “basmalah”. Mereka juga tidak segan-segan melaknat sebagian besar para sahabat Rasulullah saw. dan tidak ketinggalan pula melaknat dan menghina Umul Mukminin Aisyah r.a. Berlebihan Sebagian mereka sangat berlebihan dalam menokohkan Ali r.a. bahkan ada yg mengangkatnya sampai pada derajat “Tuhan” seperti sekte “Sabaisme”. Sebagian mereka ada yg berpendapat bahwa Jibril telah keliru dalam menyampaikan risalah lalu diturunkannya kepada Muhammad saw. sebagai ganti dari Ali r.a. sebab Ali itu hampir serupa dgn Rasulullah saw. seperti serupanya seekor beo dgn beo yg lain. Oleh sebab itu yg berkeyakinan seperti itu disebut “Ghuraibah” . Hari Besar Ghadir Kham Yaitu hari raya mereka yg jatuh pada tanggal 18 Zulhijah. Kata mereka bahwa hari ini lbh mulia daripada Iduladha dan Idulfitri. Hari itu disebut hari raya agung . Mereka beranggapan berpuasa pada hari itu hukumnya sunah muakad. Pada hari itu menurut pengakuan mereka Rasulullah saw. telah memberi wasiat tentang khalifah kepada Ali r.a. utk menggantikan beliau. Diagungkannya hari “Nairuz” yaitu hari tahun barunya bangsa Persia. Sebagian mereka ada yg berpendapat bahwa mandi pada hari itu adl sunah. Mereka juga mempunyai hari agung yg diselenggarakan pada tanggal 9 Rabiulawal yaitu hari raya “bapak” mereka “Babak Syuja’uddin” sebuah gelar bagi “Abu Lu’lu’ah al-Majusi” yg telah membunuh Umar bin Khattab r.a. Diselenggarkannya pesta-pesta hiburan kematian kesedihan berfoto-foto dan menepuk dada dan perbuatan-perbuatan terlarang lainnya yg dipentaskan oleh mereka pada 10 hari pertama bulan Muharam dgn keyakinan bahwa itu semua dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah menghapuskan dosa dan kesalahan mereka. Barang siapa yg menyaksikan mereka pada pameran suci di Karbela Nejev dan Qum pasti akan melihat sesuatu yg aneh-aneh. Akar Pemikiran dan Sifat Idiologinya Sebagian mereka ada yg memulangkan asal-usul Syi’ah kepada peristiwa Perang Jamal. Sebagian lagi ada yg mengembalikannya kepada sejarah terbunuhnya Utsman dan ada lagi yg berpendapat bahwa Syi’ah dimulai sejak peristiwa Perang Shiffien. Asal-usul timbulnya Syi’ah adl sebagai akibat dari pengaruh keyakinan-keyakinan orang Persia yg menganut agama raja dan warisan nenek moyang. Orang-orang Persia telah mempunyai andil besar dalam proses pertumbuhan Syi’ah utk membalas dendam terhadap Islam yg telah menghancur-luluhkan kekuatan mereka dgn mengatasnamakan Islam sendiri. Ide Syi’ah bercampur aduk dgn ide-ide yg datang dari keyakinan-keyakinan di Asia seperti Budhisme Manaisme Brahmaisme dan mereka-mereka yg berkeyakinan kepada reinkarnasi dan Pantheisme. Syi’ah mengadopsi ide-idenya dari Yahudisme yg telah membawa tapak-tapak berhalaisme Asyurisme dan Babilisme. Pendapat mereka tentang Ali r.a. para imam dan ahlul bait mendapatkan titik temu dgn pendapat orang-orang Kristen tentang Isa a.s. . Orang-orang Syi’ah hampir mirip dgn orang-orang Kristen dalam memperingati hari-hari besar memperbanyak gambar dan patung dan membuat-buat sesuatu yg luar biasa dan mengembalikannya kepada imam. Tempat Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya Sekte Syi’ah Imamiah Dua Belas dewasa ini tersebar di Iran dan berpusat di negara ini. Sebagian mereka banyak pula di Irak. Keberadaan mereka terbentang luas sampai ke Pakistan. Di samping itu mereka juga mempunyai sekte di Libanon. Adapun di Siria jumlahnya sedikit tetapi mempunyai hubungan yg kuat dgn Nushairiyah yg juga termasuk Syi’ah yg ekstrem. Sumber Gerakan Keagamaan dan Pemikiran; Akar Idiologis dan Penyebarannya WAMY Al-Islam - Pusat Komunikasi dan Informasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm