“Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan . Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”

Pentingnya Sikap Tawakkal Diantara ciri-ciri kokohnya keimanan seseorang kepada Allah swt adl sikap pasrahnya yg kuat kepada keputusan Allah swt dalam segala urusan hidupnya baik dikala senang ataupun diwaktu susah. Ia yakin bahkan Allah swt Maha Pengatur Maha Kuasa dan Maha Bijaksana dalam melakukan dan menentukan apa saja termasuk dalam hal memberikan rizki kepada seseorang ataupun mencabutnya memberikan kemenangan kepada sesuatu golongan atau menimpakan kekalahan kepadanya mengangkat seseorang utk menduduki sesuatu jabatan atau mencopotnya dan menjatuhkannya.

Sikap seorang muslim yg pasrah terhadap keputusan dan ketentuan Allah swt seperti ini adl merupakan sikap tawakkal.

Tawakkal merupakan bekal hidup seseorang yg beriman yg bisa menjadikan dirinya tabah dalam menghadapi apapun bentuk cobaan atau musibah yg menimpanya. Dengan sikap tawakkal seorang mukmin akan merasa tenang dalam hidupnya. Bila ia mendapatkan kebaikan ia sadar bahwa Allah-lah yg memberinya utk itu ia bersyukur. Bila ditimpa kesulitan atau mengalami musibah ia sadar bahwa itu datang dari Allah sebagai batu ujian dan ia yakin bahwa dibalik kesulitan dan musibah itu pasti ada hikmah dan kemaslahatan yg dikehendaki oleh-Nya. Untuk itu ia akan bersabar dan bertawakal

Seorang mukmin dalam situasi apapun dan bagaimanpun kritisnya ia akan tetap percaya akan kemahkuasaan Allah swt. Ia akan memohon pertolongan-Nya maka dirinya akan tentram jiwanya tenang sikapnya tabah. Segala sepak terjangnya hanya bersandar kepada Allah swt. Sebab tanpa pertolongan Allah swt tindakan apapun yg dilakukan sistem apapun yg dijalankan strategi apapun yg diterapkan tak akan banyak artinya meskipun dikemas dgn rapi dan teratur. Untuk itulah Allah swt senantiasa memperingatkan orang beriman utk jangan terpukau dgn kekayaan kepintaran kecerdasan kekuasaan krn semua itu tidak akan banyak berpengaruh bila tidak ada pertolongan atau bantuan dari Allah swt

Bukan Sikap Menyerah Tanpa Usaha Tawakkal itu bukan sikap menyerah atau pasrah atau bersikap masa bodoh atau berpangku tangan tanpa berusaha dan bekerja dgn keras. Tawakkal adl usaha maksimal seorang mukmin sambil yakin akan adanya pertolongan Allah swt . Tertinggalnya posisi umat Islam dewasa ini bila dibandingkan dgn umat lainnya baik dalam percaturan perpolitikan secara makro dan berskala international ataupun disektor perekonomian dan dibidang disiplin ilmu dan teknologi tak lain krn kekeliruan sebagian kaum muslimin dalam menyikapi dan memahami arti tawakkal. Mereka menganggap bahwa tawakkal ialah sikap masa bodoh dan pasrah sepenuhnya kepada Allah swt tanpa adanya usaha maksimal tanpa berjuang tanpa bekerja keras. Mereka menyalah artikan konteks hadist Nabi saw yg berbunyi

“Jika kamu bertawakkal kepada Allah dgn sepenuh tawakkal maka Dia pasti akan memberimu rizki sebagaimana Dia memberi rizki kepada seekor burung ia pergi meninggalkan sarangnya dalam keadaan kosong dan pulang kembali kesarangnya dalam keadaan penuh temboloknya ” .

Padahal arti dan maksud dari hadist tersebut bahwa pergi dan pulangnya burung itu jelas dalam rangka usaha dan kerja mencari rizki. Jika burung itu hanya duduk dan diam saja disarangnya tanpa beranjak pergi dan terbang mencari rizki tentu makanan itu tak akan mungkin datang dgn sendirinya kesarangnya.

Tawakkal Pijakan Para Nabi Dalam Berjuang Sikap tawakkal adl pegangan dan pijakan para Nabi dalam berjuang menegakan keadilan dan memperjuangkan kebenaran demi melaksanakan ajaran Allah swt. Kalimat yg selalu dikumandangkan dalam tiap menghadapi tantangan atau ancaman dari lawan atau musuh yg menteror atau mengintimidasinya ialah “Bagaimana mungkin kami tidak bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukan jalan kepada kami dan kami akan sungguh-sungguh bersabar terhadap gangguan - ganguan yg kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yg bertawakkal itu berserah diri” .

Oleh krn itu maka mempersenjatai diri utk menghadapi tiap ancaman dan tantangan yg datang dari musuh merupakan sikap tawakkal

Tetap terus melakukan shalat dalam situasi perang dgn cara - cara dan aturan tertentu yg telah digariskan agar tidak diserang pihak musuh merupakan sikap tawakkal Sikap tertap waspada tidak lalai serta siap siaga dalam menghadapi tiap kemungkinan adanya berita buruk teror atau intimidasi dari pihak -pihak yg menghendaki desintegrasi dan berkehendak utk memecah belah umat Islam merupakan sikap tawakkal .

Bahkan sikap preventif dari bahaya wabah suatu penyakit yg berbahaya dan menular dgn cara mengggalakan gerakan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan sikap tawakal. Rasulullah saw telah bersabda “Bila kamu mendengar ada suatu wabah penyakit berbahaya di suatu daerah padahal kamu sedang berada didaerah itu maka kamu jangan keluar kedaerah lain.” .

Sabda Nabi ini merupakan tonggak sejarah kesehatan yg telah dicanangkan oleh Islam sejak lima belas abad yg lalu sebelum bangsa - bangsa lain mencanangkannya. Ini suatu bukti jelas betapa Islam demikian peduli terhadap kesehatan para pemeluknya dan terhadap lingkungaannya secara keseluruhan.

Pengaruh Sikap Tawakkal Betapa sikap tawakkal ini dapat menanamkan pengaruh dan efek yg positif baik dalam pribadi maupun pihak lain pernah diceritakan oleh Prof Dr Yusuf Qardhawi dalam kitab Ats-Tsaqafah al-Arabiyah Al-Islamiyah Bainal Ashalah wal-Mu’asarah dimana diuraikan bahwa ketika beliau menghadiri suatu persidangan yg diselenggarakan oleh orang-orang muslim Italy beliau berjumpa dgn seorang Italy yg telah memeluk Islam dan menceritakan sebab-musabab masuk Islam. Ia berkata Saya pernah berjumpa seorang muslim Marocco yg sedang berjualan barang-barang kelontong dgn gerobak dorong dimusim salju. Ia pergi hilir mudik dgn menjajakan dagangannya tanpa menghiraukan udara yg dingin menusuk tulang. Orang Italy bertanya kepadanya Apa yg mendorong anda utk berjualan dalam cuaca yg sangat dingin ini ? si pedagang menjawab Untuk mencari rizki Allah. Ia bertanya lagi “Apakah rizki dari berjualan ini mencukupi” jawabnya “Alhamdulillah segala puji bagi Allah dari hasil berjualan ini sebagian saya pergunakan utk biaya hidup di Italy ini dan sebagian saya kirimkan kepada keluarga dan ayah bunda di Marocco”. Ia bertanya ” Apakah anda bertanggung jawab terhadap kehidupan mereka ?” Si pedagang menjawab “Keridhaan Allah berada diatas keridhaan mereka dan memelihara silaturrahmi akan memberikan keberkatan dalam hidup “. Orang italy berkata “Ini berarti anda ridha dan suka dgn kehidupan yg sedang anda jalani”. Ia menjawab “Ya saya ridha dan menerima dan saya senantiasa terus bertawakkal kepada Allah swt semoga Dia selalu melimpahkan nik’mat karunia-Nya kepada saya”. Orang Italy bertanya lagi “Siapa yg mengajarimu semua ini” ? “Agamaku Islam yg telah mengajariku terhadap semua ini” jawabnya lugas. Orang Italy bertanya pula “Bagaimana caranya bila saya ingin mempelajari agama yg anda anut itu ?” si pedagang menjawab “Saya ini orang awam tidak berpendidikan tinggi jika anda ingin mempelajari tentang Islam kiranya anda bisa bertanya kepada pengurus mesjid disebelah sana dan bila anda mau saya bisa mengantarkannya kesana utk menemui pengurus mesjid itu”. Maka mereka berdua pergi ke Mesjid tersebut. Selang beberapa waktu kemudian orang Italy itu masuk Islam dan selanjutnya giat mempelajari ajaran -ajaran Islam dgn tekun hingga akhirnya ia menjadi aktivis dakwah yg potensial menyiarkan agama Islam dinegrinya Italy.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Diambil dari Buletin Dakwah No 50. thn XXV oleh H. Abdullah Faqih S. Penerbit - Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Perwakilan Jakarta Raya edisi Jum’at ke - 2 Desember 1998 M.

sumber file al_islam.chm