Sifat Ahlul Jannah

penulis Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Syariah Oase 14 - April - 2007 02:33:55

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ غَيْرَ بَعِيْدٍ. هَذَا مَا تُوْعَدُوْنَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيْظٍ. مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيْبٍ. ادْخُلُوْهَا بِسَلاَمٍ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُوْدِ. لَهُمْ مَا يَشَاءُوْنَ فِيْهَا وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ

“Dan didekatkanlah surga itu kepada orang2 yg bertakwa pada tempat yg tiada jauh . Inilah yg dijanjikan kepadamu kepada tiap hamba yg selalu kembali lagi memelihara . orang yg takut kepada Dzat Yang Maha Pemurah padahal Dia tdk kelihatan dan dia datang dgn hati yg bertaubat masukilah surga itu dgn aman itulah hari kekekalan. Mereka di dlm memperoleh apa yg mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan bahwa Ia mendekatkan Al-Jannah kepada orang2 yg bertakwa dan bahwa para penghuni adl yg memiliki empat sifat berikut ini:
Pertama Awwab yakni selalu kembali/bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari mendurhakai-Nya kepada menaati-Nya dan dari lalai mengingat-Nya menuju ingat kepada-Nya.
‘Ubaid bin ‘Umair mengatakan: “Al-Awwab adl yg mengingat dosa lalu beristighfar darinya.”
Sa’id bin Al-Musayyib mengatakan: “Al-Awwab adl orang yg berdosa lantas bertaubat kemudian jatuh dlm dosa lagi lalu bertaubat lagi.”
Kedua Hafizh
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan: “Yakni menjaga apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala amanahkan kepada dan Dia wajibkan atasnya.”
Qatadah mengatakan: “Menjaga apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepada berupa hak-Nya dan keni’matan.”
Dan ketika jiwa itu punya dua kekuatan; kekuatan utk menuntut dan kekuatan utk menahan diri mk sifat awwab menggunakan kekuatan ofensif dlm usaha kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada ridha-Nya dan ketaatan kepada-Nya. Sedang hafiizh menggunakan kekuatan pertahanan utk menahan diri dari maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dari larangan-larangan-Nya. Sehingga arti hafizh adl yg menahan diri dari apa yg diharamkan atasnya. Sedangkan awwab adl yg menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn melakukan ketaatan kepada-Nya.
Ketiga ‘orang yg takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala padahal ia tdk melihat-Nya.’
Tersirat di dlm bahwa orang tersebut mengakui dan mengimani ada Allah Subhanahu wa Ta’ala sifat rububiyyah-Nya kemampuan-Nya ilmu-Nya dan penglihatan-Nya terhadap segala keadaan hamba. Dan tersirat pula pada pengakuan dan iman terhadap kitab-kitab-Nya para rasul-Nya perintah dan larangan-Nya. Juga tersirat pada pengakuan dan iman terhadap janji-Nya ancaman-Nya serta pertemuan dengan-Nya. Sehingga tdk sah takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala padahal ia tdk melihat kecuali setelah ini semua.
Keempat ‘ia datang dgn kalbu yg bertaubat.’
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan: “Bertaubat dari maksiat-maksiat kepada-Nya menghadap utk taat kepada-Nya.”
Hakikat taubat adl ketetapan kalbu utk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan cinta kepada-Nya serta menghadap kepada-Nya.
Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan balasan terhadap orang2 yg memiliki sifat ini dgn firman-Nya:

ادْخُلُوْهَا بِسَلاَمٍ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُوْدِ. لَهُمْ مَا يَشَاءُوْنَ فِيْهَا وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ

“Masukilah surga itu dgn aman itulah hari kekekalan. Mereka di dlm memperoleh apa yg mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.”

Sumber: www.asysyariah.com