Sahur dan Berbuka

penulis Al-Ustadz Hariyadi Lc.
Syariah Kajian Khusus Ramadhan 17 - September - 2005 18:35:01

Para pembaca hafizhakumullahu wa yarhamukum . Ketahuilah banyak pribadi muslim yg menyatakan: “Saya cinta kepada Allah k
.” Dan mereka pun ingin mendapatkan kecintaan Allah k
. Peryataan tersebut sangat mudah utk diucapkan akan tetapi dlm pengamalan tentu saja memerlukan pengorbanan yg besar. Allah k
berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ

“Katakanlah : ‘Jika kamu mencintai Allah ikutilah aku niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Al-Imam Ibnu Katsir t
berkata: “Ayat yg mulia ini adl hakim bagi tiap orang yg mengaku cinta pada Allah k
namun dia tdk berada di jalan Nabi Muhammad n
. mk dia adl orang yg berdusta dlm pengakuan hingga dia mengikuti ajaran Nabi Muhammad n
.”
Oleh krn itu ketika kita mengeluarkan pernyataan tersebut sementara kita jauh dari ajaran Rasulullah n
maka kita termasuk orang yg berdusta atas pernyataan kita. Al-Hasan Al-Bashri dan ulama salaf lain t
berkata: “Sekelompok kaum telah menyangka bahwasa mereka mencintai Allah h
maka Allah k
menguji mereka dgn ayat ini .”
Maka dari sinilah hendak kita melihat kembali kepada apa yg telah kita lakukan! Apakah kita telah mengikuti Nabi kita Muhammad n
dgn sebenar-benar ataukah belum?
Kaitan dgn pengamalan ayat di atas kami paparkan ke hadapan anda suatu risalah ringkas tentang sahur dan ifthar serta sunnah-sunnah sehingga dlm sahur dan ifthar kita benar-benar sesuai dgn apa yg telah diajarkan oleh Nabi kita Muhammad n
.

Makna Sahur
Dalam bahasa Arab as-sahur {
السَّحُوْرُ
} dgn mem-fathah huruf sin adl benda makanan dan minuman utk sahur. Adapun as-suhur {
السُّحُوْرُ
} dgn men-dhommah huruf sin adl mashdar yakni perbuatan makan sahur itu sendiri.

Hukum Sahur
Hukum makan sahur adl sunnah berdasarkan hadits dari Anas bin Malik z
bahwa Rasulullah n
bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً

“Sahurlah kalian krn sesungguh dlm sahur terdapat barakah.”
Al-Imam An-Nawawi t
berkata: “Para ulama telah bersepakat tentang sunnah makan sahur dan bukan suatu kewajiban.”
Dalam riwayat lain Nabi n
mendorong kita utk tdk meninggalkan makan sahur meskipun hanya dgn seteguk air. Sebagaimana hadits yg diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri z
ia berkata bahwa Rasulullah n
bersabda:

السَّحُوْرُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ ..

“Makan sahur adl barakah mk janganlah kalian meninggalkan meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air.”
Al-Hafizh Ibnu Hajar t
berkata: “Sahur dapat diperoleh seseorang yg makan dan minum meskipun hanya sedikit.”

Keutamaan Sahur
Adapun mengenai keutamaan sahur Rasulullah n
telah menjelaskan dlm beberapa hadits di bawah ini:

1. dlm sahur terdapat barakah

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً

Dari Anas bin Malik z
ia berkata bahwa Nabi n
bersabda: “Sahurlah kalian krn sesungguh dlm sahur terdapat barakah.”
Al-Hafizh Ibnu Hajar t
berkata dlm kitab : “Dan yg utama sesungguh barakah dlm sahur dapat diperoleh dari beberapa segi yaitu:
a. Mengikuti Sunnah Nabi n
.
b. Menyelisihi ahli kitab.
c. Menambah kemampuan utk beribadah.
d. Menambah semangat.
e. Mencegah akhlak yg buruk yg timbul krn pengaruh lapar.
f. Mendorong bersedekah terhadap orang yg meminta pada waktu sahur atau berkumpul bersama utk makan sahur.
g. Merupakan sebab utk berdzikir dan berdoa pada waktu mustajab.
h. Menjumpai niat puasa bagi orang yg lupa niat puasa sebelum tidur.

2. Pujian Allah k
dan doa para malaikat terhadap orang2 yg sahur

السَّحُوْرُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَالْمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ

Dari Abu Sa’id Al-Khudri z
beliau berkata Rasulullah n
bersabda: “Makan sahur adl barakah. mk janganlah kalian meninggalkan meskipun salah satu di antara kalian hanya minum seteguk air. Sesungguh Allah k
dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang2 yg sahur.”

3. Menyelisihi puasa ahli kitab

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Dari ‘Amr bin Al-‘Ash z
sesungguh Rasulullah n
bersabda: “Yang membedakan antara puasa kami dgn puasa ahli kitab adl makan sahur.”

Al-Imam Sarafuddin Ath-Thiibi t
berkata: “Sahur adl pembeda antara puasa kita dgn puasa Ahli Kitab krn Allah k
telah membolehkan kita sesuatu yg Allah k
haramkan bagi mereka dan penyelisihan kita terhadap ahli kitab dlm masalah ini merupakan ni’mat yg harus disyukuri.”

Waktu Sahur
Waktu yg utama utk makan sahur adl dgn mengakhirkan waktu hingga mendekati terbit fajar. Dan mengakhirkan waktu sahur ini merupakan sunnah Rasulullah n
sebagaimana hadits yg diriwayatkan Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit z
beliau bekata:

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاَةِ. قُلْتُ: كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: خَمْسِيْنَ آيَةً

“Kami makan sahur bersama Rasulullah n
kemudian kami berdiri utk melaksanakan shalat. Aku berkata: ‘Berapa perkiraan waktu antara kedua ?’ Zaid bin Tsabit z
berkata: ‘50 ayat’.”
Al-Imam Al-Bukhari t
mengatakan dlm Shahih Al-Bukhari:

بَابُ قَدْرِ كَمْ بَيْنَ السُّحُوْرِ وَصَلاَةِ الْفَجْرِ

“Bab perkiraan berapa lama waktu antara sahur dgn shalat fajar”. Maksud antara selesai sahur dgn permulaan shalat fajar.
Dan hal ini sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Imam Al-Bukhari t
dalam Shahih Al-Bukhari pada kitab Tahajjud dari Anas bin Malik z
beliau ditanya:

كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سُحُوْرِهِمَا وَدُخُوْلِهِمَا فِي الصَّلاَةِ؟ قَالَ: قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِيْنَ آيَةً

“Berapakah jarak waktu antara selesai Nabi n
dan Zaid bin Tsabit z
makan sahur dgn permulaan mengerjakan shalat ? Beliau menjawab: ‘Seperti waktu yg dibutuhkan seseorang membaca 50 ayat ’.”
Al-Hafizh Ibnu Hajar t
dalam Fathul Bari menyebutkan: “ bacaan yg sedang-sedang saja tdk terlalu panjang dan tdk pula terlalu pendek dan tdk cepat dan tdk pula lambat”.
Bila kita sebutkan dgn catatan waktu mk kira-kira jarak antara kedua 10-15 menit. Wallahu a’lam.

Tamr Sebaik-baik Makanan Untuk Sahur
Terkadang di antara hidangan makan sahur kita terdapat beberapa jenis makanan dgn beragam rasa sehingga kita dapat memilih makanan yg baik dan disukai. Akan tetapi tahukah anda jenis makanan apa yg paling baik utk sahur? Ketahuilah! Sebaik-baik makanan utk sahur adl tamr dan sahur dgn tamr merupakan Sunnah Nabi n
berdasarkan hadits yg diriwayatkan Abu Hurairah z
dari Nabi n
beliau bersabda:

نِعْمَ سَحُوْرِ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

“Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adl tamr .”
Ketika kita telah mengetahui hal ini mk selayaknyalah bagi kita utk mengamalkan Sunnah Nabi kita Muhammad n
.

Ifthar
Waktu Berbuka
Allah k
telah menjelaskan pada kita tentang waktu dibolehkan seseorang yg berpuasa utk berbuka yaitu dgn tenggelam matahari sebagaimana firman Allah k
:

ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Kemudian sempurnakanlah puasa itu hingga malam.”
Demikian pula Nabi Muhammad n
telah menjelaskan dlm haditsnya:
Dari ‘Umar bin Al-Khaththab z
berkata:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ وَأَدْبَرَ النَّهَارُ وَغَابَتِ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Rasulullah n
bersabda: “Apabila malam telah datang dan siang telah pergi serta matahari telah terbenam mk sungguh orang yg berpuasa telah berbuka.”
Al-Imam An-Nawawi t
berkata: “Makna adl puasa telah selesai dan sempurna dan dia bukan orang yg berpuasa. mk dgn terbenam matahari habislah waktu siang dan malam pun tiba dan malam hari bukanlah waktu utk berpuasa.”
Dari keterangan di atas dapatlah kita ketahui bahwasa ketika menjelang malam dan siangpun telah pergi serta matahari telah tenggelam dgn sempurna mk itulah saat dibolehkan bagi kita utk berbuka puasa.

Hal-hal yg Disunnahkan ketika Berbuka
1. Bersegera ifthar ketika telah tiba waktunya.
Rasulullah n
bersabda:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Senantiasa manusia dlm kebaikan selama mereka menyegerakan ifthar .”
Al-Imam Ibnu Daqiq Al-‘Ied t
mengatakan: “Dalam hadits ini merupakan bantahan terhadap orang2 Syi’ah yg mengakhirkan buka puasa hingga tampak bintang-bintang.”
Keutamaan bergegas utk berbuka ketika telah tiba waktunya:
a. Mengikuti Sunnah Rasulullah n
.
b. Bersegera utk berbuka ketika telah tiba waktu merupakan akhlak para Nabi u
.
Sebagaimana hadits yg diriwayatkan oleh Abud-Darda’ n
sesungguh Nabi n
bersabda:

ثَلاَثٌ مِنْ أَخْلاَقِ النُّبُوَّةَ تَعْجِيْلُ اْلإِفْطَارِ وَتَأْخِيْرُ السُّحُوْرِ وَوَضْعُ الْيَمِيْنِ عَلَى الشِّمَالِ فِي الصَّلاَةِ

“Tiga termasuk akhlak kenabian : mensegerakan berbuka mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dlm shalat.”
c. Menyelisihi Yahudi dan Nashrani
Mengakhirkan berbuka hingga tampak bintang-bintang merupakan perbuatan Yahudi dan Nashrani . Sedangkan kita dilarang menyerupai mereka oleh krn itu bersegera utk berbuka puasa ketika telah tiba waktu termasuk menyelisihi perbuatan mereka. Hal ini berdasarkan hadits yg diriwayatkan Abu Hurairah z
dari Nabi n
beliau bersabda:

لاَ يَزَالُ الدِّيْنُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ لأَنَّ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُوْنَ

“Agama ini senantiasa tampak selama manusia bersegera utk berbuka puasa krn Yahudi dan Nashrani mengakhirkan .”
Al-Imam Sarafuddin Ath-Thiibi t
berkata: “Dalam sebab ini ’} menunjukkan bahwa penopang agama yg lurus ini dgn menyelisihi musuh-musuh dari Yahudi dan Nashrani dan sesungguh mencocoki mereka merupakan keretakan dlm agama.”

2. Bacaan ketika berbuka
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar c
beliau berkata: Rasulullah n
apabila berbuka beliau mengatakan:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Rasa haus telah pergi dan urat-urat telah terbasahi serta mendapat pahala insya Allah.”
3. Berbuka dgn ruthab bila tdk dijumpai mk berbuka dgn tamr dan bila tdk ada mk dgn minum air.
Sebagaimana mengikuti amalan Nabi n
yg diriwayatkan oleh Anas bin Malik z
beliau berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٍ فَعَلَى ثَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah n
berbuka dgn ruthab sebelum melaksanakan shalat mk jika tdk ada ruthab dgn tamr jika tdk ada mk beliau berbuka dgn meneguk air.”

Keutamaan Memberi Buka Orang Puasa
Suatu keni’matan yg sangat besar apabila dgn rizki yg telah Allah k
karuniakan kita dapat menyisihkan sebagian utk memberi makanan berbuka kepada orang2 yg berpuasa dikarenakan pahala yg sangat besar. Nabi n
bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa memberi makanan berbuka seorang yg puasa mk bagi semisal pahala tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yg puasa.”
Al-Imam At-Tirmidzi t
berkata: “Hadits ini hasan shahih.” dan Asy-Syaikh Al-Albani t
menshahihkan hadits ini lihat Shahihul Jami’ish Shaghir 2/1095 no. 6414}
Setelah memandang begitu besar pahala yg akan didapatkan oleh orang2 yg memberi makanan berbuka bagi orang yg berpuasa selayaknyalah bagi kita utk berlomba-lomba dlm meraih keutamaan yg sangat besar ini dgn menyisihkan rizki yg Allah k
karuniakan kepada kita utk memberi makanan berbuka orang yg berpuasa. Sekalipun kita hanya mampu memberikan kepada satu atau dua orang saja. Atau mungkin kita hanya mampu memberi satu biji kurma atau sekedar air minum. mk janganlah kesempatan yg baik ini kita sia-siakan!

Doa Orang yg Diundang Makan/ Minum utk Orang yg Mengundang
Ketika kita diundang utk makan/ minum mk disunnahkan bagi yg diundang utk mendoakan ketika telah selesai makan/ minum dgn doa yg telah dicontohkan Rasulullah n
:

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

“Semoga orang2 yg puasa berbuka di sisi kalian dan orang2 yg shalih lagi bertakwa makan makanan kalian serta para malaikat mendoakan kalian.”
Juga perlu diingat bahwa dlm makan baik sahur atau berbuka kita dilarang berlebih-lebihan Allah k
berfirman:

وَلاَ تُسْرِفُوا إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguh Allah tdk menyukai orang2 yg berlebih-lebihan.”
Demikian yg dapat kami haturkan ke hadapan anda mengenai hal-hal yg berkaitan dgn sahur dan ifthar serta sunnah-sunnahnya.

Wallahu a’lam. 

Keutamaan Malam Seribu Bulan

Malam Lailatul Qadar adl malam yg dimuliakan Allah k
. Allah k
menamai dgn Lailatul Qadar menurut sebagian pendapat krn pada malam itu Allah k
mentakdirkan ajal rizki dan apa yg terjadi selama satu tahun dari aturan-aturan Allah k
. Hal ini sebagaimana Allah k
firmankan:

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ

Pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah.
Di dlm ayat tersebut Allah k
menamai Lailatul Qadar krn sebab tersebut. Menurut pendapat lain disebut malam Lailatul Qadar krn malam tersebut memiliki kedudukan yg tinggi di sisi Allah k
. Allah k
menyebut sebagai malam yg berkah sebagaimana firman-Nya:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

Sesungguh Kami menurunkan pada suatu malam yg diberkahi dan sesunggunh Kami-lah yg memberi peringatan.
Allah k
juga memuliakan malam ini dlm firman-Nya:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lbh baik dari seribu bulan.
Maksud amalan di malam yg barakah ini menyamai pahala amal seribu bulan yg tdk ada Lailatul Qadar padanya. Seribu bulan sama dgn 83 tahun lebih. Ini menunjukkan keutamaan malam yg besar ini. Oleh karena Nabi n
berusaha mencari malam Lailatul Qadar. Beliau bersabda:
“Barang siapa shalat di malam Lailatul Qadar krn keimanan dan mengharapkan pahala mk dia akan diampuni dosa yg telah lampau ataupun yg akan datang.”
Allah k
juga mengabarkan bahwa pada malam itu malaikat Jibril dan ruh turun. Ini menunjukkan betapa besar dan penting malam ini krn turun malaikat tdk terjadi kecuali utk perkara yg besar. Kemudian Allah k
mensifati malam itu dgn firman-Nya:

سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Malam itu kesejahteraan sampai terbit fajar.
Allah k
mensifati malam tersebut dgn malam keselamatan. Ini menunjukkan kemuliaan kebaikan dan keberkahannya. Orang yg terhalangi dari kebaikan malam itu berarti terhalangi dari kebaikan yg sangat banyak. Inilah keutamaan-keutamaan yg besar pada malam barakah ini.
Akan tetapi Allah k
menyembunyikan di bulan Ramadhan agar seorang muslim bersungguh-sungguh mencarinya. Sehingga amal semakin banyak dan dgn itu ia menggabungkan antara banyak amal di seluruh malam-malam Ramadhan dan bertepatan dgn malam Lailatul Qadar dgn segala keutamaan kemuliaan dan pahalanya. Sehingga dgn itu ia mengumpulkan antara dua kebaikan. Ini merupakan karunia Allah k
atas hamba-hamba-Nya.
Ringkas bahwa Lailatul Qadar adl malam yg besar dan berkah. Juga merupakan ni’mat dari Allah k
yg mendatangi seorang muslim di bulan Ramadhan. mk jika dia diberi taufik utk memanfaatkan dlm kebaikan ia akan mendapatkan pahala yg besar dan kebaikan yg banyak yg sangat dia butuhkan.

Kapan Malam Lailatul Qadar itu?
Terdapat riwayat dari Nabi n
bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam 21 malam 23 malam 25 malam 27 atau malam 29 dan akhir malam bulan Ramadhan.
Al-Imam Asy-Syafi’I t
berkata: “Ini menurut saya wallahu a’lam krn Nabi n
menjawab sesuai dgn pertanyaannya. Dan pendapat yg paling kuat bahwa itu terjadi pada malam-malam yg ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan berdasarkan sabda Nabi n
dari ‘Aisyah x
bahwa Nabi beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau mengatakan:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Dari Ubai ia berkata Rasulullah n
bersabda:
“Pagi hari dari malam Lailatul Qadar matahari terbit tanpa sinar seperti bejana dari tembaga sampai tinggi.”
Dari Ibnu ‘Abbas c
ia berkata bersabda Rasulullah n
:
“Lailatul Qadar adl malam yg tenang cerah tdk panas dan tdk dingin matahari terbit di pagi hari lemah dan berwarna merah.”

Wallahu a’lam.

Sumber: www.asysyariah.com