Namimah/Mengadu Domba” ketegori Muslim. Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan, serta menyulut api kebencian dan permusuhan antar sesama manusia.

Allah mencela pelaku perbuatan tersebut dalam firman-Nya.

“Artinya : Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah”.

Dalam sebuah hadits marfu’ yang diriwayatkan Hudzaifah, disebutkan :

“Artinya : Tidak akan masuk surga al-qattat “. , tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada dua yang lain dengan tujuan mengadu domba”.}

Ibnu Abbas meriwayatkan :

“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati sebuah kebun di antara kebun-kebun di Madinah. Tiba-tiba beliau mendengar dua orang yang sedang di siksa di dalam kuburnya, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Keduanya disiksa, padahal tidak karena masalah yang besar -lalu bersabda- benar . Salah seorang diantaranya tidak meletakkan sesuatu untuk melindungi diri dari percikan kencingnya dan seorang lagi suka mengadu domba”.

Diantara bentuk namimah yang paling buruk adalah hasutan yang dilakukan terhadap seorang lelaki tentang istrinya atau sebaliknya, dengan maksud untuk merusak kegiatan pribadi suami dan istri tersebut.

Demikian juga adu domba yang dilakukan sebagian karyawan kepada teman karyawannya yang lain. Misalnya dengan mengadukan ucapan-ucapan kawan tersebut kepada direktur atau atasan dengan tujuan untuk memfitnah dan merugikan karyawan tersebut. Semua hal ini hukumnya haram.

Sumber Namimah/Mengadu Domba : http://www.salaf.web.id