Iman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala yakni menetapkan nama-nama dan sifat-sifat yg sudah ditetapkan Allah utk diri-Nya dalam kitab suci-Nya atau sunnah rasul-Nya dgn cara yg sesuai dgn kebesaran-Nya tanpa tahrif ta’thil takyif dan tanpa tamsil .

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yg artinya

“Allah mempunyai asmaul husna maka mohonlah kepada-Nya dgn menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yg menyimpang dari kebenaran dalam hal nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yg telah mereka kerjakan.” .

“..Allah mempunyai sifat yg Maha Tinggi; dan Dia-lah yg Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” .

“..Tidak ada sesuatu apapun yg serupa dgn Dia dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” .

Dalam perkara ini ada dua kelompok yg salah dalam memahami ayat-ayat ini yaitu

    Golongan Mu’aththilah yaitu mereka yg mengingkari nama-nama dan sifat-sifat Allah atau mengingkari sebagiannya saja. Menurut sangkaan mereka menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dapat menimbulkan tasybih yakni menyerupakan Allah dgn makhluk-Nya. Pendapat ini jelas keliru karena
    Sangkaan itu mengakibatkan hal-hal yg bathil atau salah krn Allah telah menetapkan utk diri-Nya nama-nama dan sifat-sifat itu serta telah menafikan segala sesuatu dari menyerupai-Nya. Andaikata menetapkan nama-nama dan sifat-sifat itu menimbulkan adanya penyerupaan berarti ada pertentangan dalam kalam Allah serta sebagian firman-Nya akan menyalahi sebagian yg lain. Hal ini tentunya mustahil.
    Kecocokan antara dua hal dalam nama atau sifatnya tidak mengharuskan adanya persamaan. Anda melihat ada dua orang yg keduanya manusia mendengar melihat dan berbicara tetapi tidak harus sama dalam makna-makna kemanusiaannya pendengarannya penglihatannya dan pembicaraannya. Anda juga melihat beberapa binatang yg punya tangan kaki dan mata tetapi kecocokannya itu tidak mengharuskan tangan kaki dan mata mereka sama. Apabila antara makhluk-makhluk yg cocok dalam nama dan sifatnya saja jelas memiliki perbedaan maka tentunya perbedaan antara Khaliq dan makhluk pasti dan lbh jelas lagi.
      Golongan Musyabbihah yaitu golongan yg menetapkan nama-nama dan sifat-sifat tetapi menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn makhluk-Nya. Mereka mengira hal itu sesuai dgn nash-nash Al Qur-an krn Allah berbicara dgn hamba-Nya dgn sesuatu yg dapat difahaminya. Anggapan ini jelas keliru jika ditinjau dari beberapa hal antara lain
      Menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn makhluk-Nya jelas merupakan sesuatu yg bathil menurut akal maupun syara’. Padahal tidak mungkin nash-nash kitab suci Al Qur-an dan Sunnah rasul menunjukkan pengertian yg bathil.
      Allah Ta’ala berbicara dgn hamba-hamba-Nya dgn sesuatu yg dapat difahami dari segi asal maknanya. Hakikat makna sesuatu yg berhubungan dgn zat dan sifat Allah adl hal yg hanya diketahui oleh Allah semata.

      Apabila Allah menetapkan utk diri-Nya bahwa Dia Maha Mendengar maka pendengaran itu sudah diketahui dari segi maknanya yaitu menemukan suara-suara. Tetapi hakikat hal itu jika dinisbatkan kepada pendengaran Allah tidak diketahui krn hakikat pendengaran jelas berbeda walau pada makhluk sekalipun. Jadi perbedaan hakikat itu antara pencipta dan yg diciptakan jelas sangat jauh berbeda. Apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan tentang diri-Nya bahwa Dia bersemayam di atas ‘Arsy-Nya maka bersemayan dari segi asal maknanya sudah diketahui tetapi hakikat persemayaman Allah tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah semata.

      Buah Iman kepada Allah

        Merealisasikan pengesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga tidak menggantungkan harapan kepada selain Allah tidak takut kepada selain Allah dan tidak menyembah kepada selain-Nya.
        Menyempurnakan kecintaan terhadap Allah serta mengagungkan-Nya sesuai dgn nama-nama-Nya yg indah dan sifat-sifat-Nya yg Maha Tinggi.
        Merealisasikan ibadah kepada Allah dgn cara mengerjakan apa yg diperintahkan serta menjauhi apa yg dilarang-Nya.

        Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

        sumber file al_islam.chm