Makna Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Mimpi Seorang Mukmin Bagian dari Nubuwwah

penulis Sakinah
Sakinah Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah 24 - Agustus - 2007 21:34:46

Tanya:
Apa makna sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِيْنَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ
“Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian nubuwwah .”
Kalau begitu siapakah yg benar mimpinya?

Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu menjawab:
“Makna sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِيْنَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ
adalah apa yg diimpikan seorang mukmin akan terjadi dgn benar krn mimpi tersebut merupakan permisalan yg dibuat bagi orang yg bermimpi. Terkadang mimpi itu adl berita tentang sesuatu yg sedang atau akan terjadi. Kemudian sesuatu itu benar terjadi persis seperti yg diimpikan. Dengan demikian dari sisi ini mimpi diibaratkan seperti nubuwwah dlm kebenaran apa yg ditunjukkan walaupun mimpi berbeda dgn nubuwwah. Karena itulah mimpi dikatakan satu dari 46 bagian nubuwwah. Kenapa disebut 46 bagian krn hal ini termasuk perkara tauqifiyyah1. Tidak ada yg mengetahui hikmah sebagaimana hal bilangan-bilangan rakaat dlm shalat2.
Adapun ciri orang yg benar mimpi adl seorang mukmin yg jujur bila memang mimpi itu mimpi yg baik/bagus. Jika seseorang dikenal jujur ucapan ketika terjaga ia memiliki iman dan takwa mk secara umum mimpi benar. Karena itulah hadits ini pada sebagian riwayat datang dgn menyebutkan ada syarat yaitu mimpi yg baik/bagus dari seorang yg shalih. dlm Shahih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَصْدَقُهُمْ رُؤْيًا أَصْدَقُهُمْ حَدِيْثًا
“Orang yg paling benar mimpi adl orang yg paling jujur ucapannya.”
Akan tetapi perlu diketahui di sini bahwa mimpi yg dilihat seseorang dlm tidur itu ada tiga macam:
Pertama: Mimpi yg benar lagi baik. Inilah mimpi yg dikabarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai satu dari 46 bagian kenabian. Secara umum mimpi itu tdk terjadi di alam nyata. Namun terkadang pula terjadi persis seperti yg dilihat dlm mimpi. Terkadang terjadi di alam nyata sebagai penafsiran dari apa yg dilihat dlm mimpi. dlm mimpi ia melihat satu permisalan kemudian ta’bir dari mimpi itu terjadi di alam nyata namun tdk mirip betul. Contoh seperti mimpi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beberapa waktu sebelum terjadi perang Uhud. Beliau mimpi di pedang beliau ada rekahan/retak dan melihat seekor sapi betina disembelih. Ternyata retak pada pedang beliau tersebut maksud adl paman beliau Hamzah radhiyallahu ‘anhu akan gugur sebagai syahid. Karena kabilah seseorang kedudukan seperti pedang dlm pembelaan yg mereka berikan berikut dukungan dan pertolongan mereka terhadap dirinya. Sementara sapi betina yg disembelih maksud adl beberapa sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum akan gugur sebagai syuhada. Karena pada sapi betina ada kebaikan yg banyak demikian pula para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Mereka adl orang2 yg berilmu memberi manfaat bagi para hamba dan memiliki amal-amal shalih.
Kedua: Mimpi yg dilihat seseorang dlm tidur sebagai cermin dari keinginan atau dari apa yg terjadi pada diri dlm hidupnya. Karena kebanyakan manusia mengimpikan dlm tidur apa yg menjadi bisikan hati atau apa yg memenuhi pikiran ketika masih terjaga dan apa yg berlangsung pada diri saat terjaga . Mimpi yg seperti ini tdk ada hukumnya3.
Ketiga: Gangguan dari setan yg bermaksud menakut-nakuti seorang manusia krn setan dapat menggambarkan dlm tidur seseorang perkara yg menakutkan baik berkaitan dgn diri harta keluarga atau masyarakatnya. Hal ini dikarenakan setan memang gemar membuat sedih kaum mukminin sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا النَّجْوَى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِيْنَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ
“Sesungguh pembicaraan rahasia4 itu dari setan dgn tujuan agar orang2 beriman itu bersedih hati padahal pembicaraan itu tidaklah memberi mudarat sedikitpun kepada mereka kecuali dgn izin Allah .”
Setiap perkara yg dapat menyusahkan seseorang dlm hidup dan mengacaukan kebahagiaan hidup merupakan target yg dituju oleh setan. Ia sangat bersemangat utk mewujudkan baik orang yg hendak diganggu itu tengah terjaga atau sedang larut dlm mimpinya. Karena memang setan merupakan musuh sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا
“Sesungguh setan itu merupakan musuh bagi kalian mk jadikanlah ia sebagai musuh.”
Terhadap bentuk mimpi yg ketiga ini kita dibimbing oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam utk berlepas diri darinya. Beliau memerintahkan kepada orang yg bermimpi melihat perkara yg dibenci agar berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari gangguan setan dan dari kejelekan apa yg dilihatnya. Kemudian ia meludah sedikit ke arah kiri sebanyak tiga kali mengubah posisi tidur dgn membalikkan lambung/rusuk ke arah lain dan tdk boleh menceritakan mimpi tersebut kepada seorang pun. Bila seseorang telah melakukan bimbingan Rasul yg telah disebutkan ini niscaya mimpi buruk itu tdk akan memudaratkan sedikitpun. Hal ini banyak terjadi di kalangan manusia. Banyak pertanyaan yg datang tentang permasalahan ini namun obat adl apa yg telah diterangkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dlm hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma yg diriwayatkan Al-Imam Muslim rahimahullahu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلاَثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ثَلاَثاً، وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ
“Bila seseorang dari kalian bermimpi hal yg dibenci hendaklah meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali dan berlindung kepada Allah dari gangguan setan tiga kali serta memalingkan lambung/rusuk ke arah yg berbeda dgn yg sebelumnya.”
Sebagaimana disebutkan pula dlm hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu yg diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu:
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُهَا فَإِنَّمَا هِيَ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَلْيَسْتَعِذْ مِن شَرِّهَا وَلاَ يَذْكُرْهَا لِأَحَدٍ فَإِنَّهَا لاَ تَضُرُّهُ
“Bila seseorang dari kalian bermimpi perkara yg dibenci mk hanyalah mimpi itu dari setan. Karena itu hendaklah ia berlindung kepada Allah dari kejelekan mimpi tersebut dan janganlah ia ceritakan mimpi kepada seorang pun. Sungguh mimpi itu tdk akan memudaratkannya.”
Dalam hadits Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu yg dikeluarkan Al-Imam Muslim rahimahullahu disebutkan bahwa Abu Qatadah berkata:
كُنْتُ أَرَى الرُّؤْيَا فَتُمْرِضُنِي حَتَّى سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنَ اللهِ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ. وَإِنْ رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتْفُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلاَثًا، وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشَرِّهَا وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ..
“Aku pernah bermimpi buruk hingga mimpi itu membuatku sakit/lemah. Sampai akhir aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa mimpi yg bagus itu dari Allah mk bila salah seorang dari kalian bermimpi melihat perkara yg disukai mk jangan ia ceritakan mimpi tersebut kecuali kepada orang yg dicintainya. Bila yg diimpikan itu perkara yg tdk disukai hendaklah ia meludah sedikit ke kiri tiga kali berlindung kepada Allah dari kejelekan setan dan dari kejelekan mimpi tersebut dan jangan ia ceritakan mimpi itu kepada seorang pun. Bila demikian yg dilakukan niscaya mimpi itu tdk akan memudaratkannya.”
Adapun dlm hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسِ
“Bila seseorang dari kalian melihat perkara yg dibenci dlm mimpi mk hendaklah ia bangkit dari tempat tidur lalu mengerjakan shalat dan jangan ia ceritakan mimpi itu kepada manusia.”
Dengan demikian ada beberapa perkara yg diperintahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yg bermimpi buruk:
1. Meludah sedikit ke arah kiri tiga kali
2. Berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kejelekan setan sebanyak tiga kali
3. Berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kejelekan apa yg dilihat
4. Memalingkan lambung/rusuk ke arah yg berlainan dari arah semula
5. Tidak boleh diceritakan kepada seorangpun
6. Hendak ia bangkit dari tempat tidur lalu mengerjakan shalat.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

1 Perkara sudah paten dari sana demikian. Tidak ada andil bagi akal dlm penetapan namun semata-mata dari wahyu Al-Qur`an dan As-Sunnah.
2 Seperti Zhuhur 4 rakaat Subuh 2 rakaat Maghrib 3 rakaat dan seterusnya. Apa hikmahnya? Jawaban tdk ada yg tahu. Penetapan bilangan 4 2 dan 3 ini merupakan perkara tauqifiyyah. Bukan hasil ijtihad akal seorang manusia namun semata-mata dari wahyu. Sehingga tdk boleh seorang pun mengubah jumlah rakaat shalat-shalat tersebut dgn buah pikirannya.
3 Karena peristiwa di alam nyata atau pikiran di alam nyata itulah yg membawa sampai bermimpi.
4 Berbicara dgn bisik-bisik di hadapan kaum mukminin sehingga si mukmin menyangka bahwa yg dibicarakan adl rencana utk mencelakakan dan menimpakan kejelekan padanya. Akibat ia merasa sedih takut dan khawatir.

Sumber: www.asysyariah.com