Kemerdekaan mempunyai makna yg luas artinya bahwa bangsa Indonesia memiliki kebebasan utk mengatur sendiri berbagai segi kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk kehidupan politik ekonomi sosial dan sebagainya. Kalau pada masa penjajahan belanda umat Islam diatur oleh bangsa lain sejak tahun 1945 semua diatur oleh umat Islam sendiri dgn leluasa. Tak ada lagi pembatasan utk mengamalkan apa yg diyakini dalam hati.

Bagi umat Islam apa makna kemerdekaan ditinjau dari sudut syariat? Kemerdekaan adl salah satu ni’mat yg diberikan Allah SWT. Nikmat itu hendaklah dipandang sebagai suatu amanat atau titipan dari Allah SWT kepada kita. krn itu Al-Qur’an dalam surat An-Nisa ayat 58 mengingatkan

“Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yg layak menerimanya. Apabila kamu mengadili diantara manusia bertindaklah dgn adil Sungguh Allah mengajar kamu dgn sebaik-baiknya krn Allah Maha Mendengar Maha Melihat”

Kalau ada diantara kita yg memegang amanat dalam bentuk kekuasaan atau kewenangan; apakah sebagai lurahcamat bupati gubernur atau jabatan lain maka semua itu hakikatnya memegang amanah yg harus disampaikan kepada yg berhak.

Dalam arti yg lbh luas kemerdekaan itu amanah yg diberikan Allah sebagai karunia-Nya kepada segenap manusia sebagai individu dn sebagai warga negara RI. Karena itu adl menjadi kewajiban utk memelihara kemerdekaan ini dgn cara sebaik-baiknya. Dengan demikian inilah makna kita pandai menyukuri ni’mat dari Allah dalam bentuk kemerdekaan. Dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 disebutkan

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan “Jika kamu bersyukur Aku akan memberi tambahan kepadamu; tetapi jika kamu tidak bersyukur sungguh adzab-Ku dasyat sekali”

Maksud ayat diatas memerintahkan manusia agar pandai menyukuri ni’mat Allah; antara lain nikma0t kemerdekaan. Artinya mensyukuri ni’mat disini bukan hanya mengucapkan lafadh ‘alhamdulillah‘ seperti biasa diucapkan tapi harus menggunakan ni’mat itu sesuai perintah-Nya. Kemerdekaan harus digunakan utk meningkatkan kesejahteraan hidup bangsa Indonesia baik spirritual maupun material.

Sebagai disebutkan dalam ayat tadi arti kufur nikamt dapat dipahami; orang yg mendapat karunia Allah tapi menggunakn ni’mat itu tidak sesuai dgn jalan yg diperintahkan-Nya. Dengan kata lain telah menyimpang dari ajaran Allah SWT atau menyalahgunakan ni’mat.

Peran umat Islam dalam bernegara adl menjalankan prinsip-prinsip yg dijalankan Al-Qur’an yaitu prinsip Islam dalam bermasyarakat dan bernegara. Prinsip-prinsip tersebut dapat disimak dalam surat An-Nisa ayat 59

“Hai orang-orang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasulullah dan mereka yg memegang kekuasaan diantara kamu. Jika kamu berselisih mengenai sesuatu kembalikanlah kepada Allah dan Rosul-Nya kalau kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Itulah yg terbaik dan penyelesaian yg tepat.”

“Wahai orang-orang yg beriman taatlah kamu kepada Allah” yaitu menjalankan perintah Allah yg telah diwahyukan-Nya melalui Al-qur’an. “Taatlah pula kepada Rosulullah saw yg telah membimbing kita melalui ajaran-ajaranya” yg disebut sunah Rosulullah adl yg merupakan penjelasan terhadap Al-Qur’an. “Dan kepada orang-orang yg berwenang di antara kamu” artinya umat Islam wajib taat kepada kalangan kita yg kebetulan memegang otoritas baik dalam bidang pemerintahan maupun dalam bidang lain.

Tetapi prinsip ketaatan dalam Islam ini bersifat tanpa reserve. Artinya pemimpin itu harus ditaati hanya selama dia menjalankan perintah Allah. Kalau dalam menjalankan kekuasaanya tidak cocok dgn perintah Allah dan Rosul-Nya tidk ada keharusan utk taat kepadanya. Dalam haditsnya Rasulullah bersabda “Sesungguhnya ketaatan itu dalam hal-hal yamg ma’ruf “.

Kalau kita diminta baik langsung ataupun tidak langsung utk bersikap taat dalam hal-hal yg munkarat maka tidak harus menaatinya. Bahkan wajib melawnya sebagai bukti penentangan.

Kecuali hal di atas tugas umat Islam sangat penting adl mengentaskan kemiskinan terutama dikalangan umat Islam sendiri. Ajaran Islam telah menawarkan berbagai konsep pengentasan kemiskinan dan konsep itu saya namakan lembaga-lembaga sosial Islam. Yang sudah dikenal adalah zakat infaq shodaqoh wakaf wasiat qurban dan aqiqah. Semua lembaga itu mengajarkan agar seluruh umat Islam berperan serta mengentaskan kemiskinan Salah satu pesan Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 19 “Dan dlam harta mereka akan hak yg meminta dan yg tak mau meminta”.

Jadi inilah yg dimaksud Zakat. Zakat sebenarnya adl hak bagi orang miskin. Kemudian infaq dan shodaqoh dan sebagainya adalh merupakan hal yg sangat dianjurkan. Itulah beberapa hal yg perlu diperhatikan sebagi perwujudan sikap syukur kepada Allah yg telah menganugerahkan ni’mat yg tiada ternilai harganya utk umat Islam Indonesia yaitu kemerdekaan.

Oleh Prof. Dr. H.M. Tahir Azhari S.H.

Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm