Keagungan dan Kekuasaan Allah Ta’ala” ketegori Muslim. Keagungan dan Kekuasaan Allah Ta’ala*

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

*} Dalam bab terakhir ini, penulis menyebutkan beberapa dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala, dengan maksud untuk menunjukkan bahwa hanya Allah saja Tuhan yang berhak dengan segala macam ibadah yang dilakukan manusia dan hanya milik Allah segala sifat kesempurnaan dan kemuliaan.

Firman Allah Ta’ala :

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat, dan semua langit digulung dengan Tangan Kanan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari segala perbuatan syirik mereka.”

‘Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu menuturkan: “Salah seorang pendeta Yahudi datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata:

“Wahai Muhammad! Sesungguhnya kami menjumpai bahwa Allah akan meletakkan langit di atas satu jari, pohon-pohon di atas satu jari, air di atas satu jari, tanah di atas satu jari, dan seluruh makhluk di atas satu jari, maka Allah berfirman: “Aku-lah Penguasa.” Tatkala mendengarnya, tersenyumlah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sehingga tampak gigi-gigi beliau, karena membenarkan ucapan pendeta Yahudi itu; kemudian beliau membacakan firman Allah:

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat…” dst.

Disebutkan dalam riwayat lain oleh Muslim:

“…gunung-gunung dan pohon-pohon di atas satu jari, kemudian digoncangkan-Nya dan berfirman: “Aku-lah Penguasa, Aku-lah Allah”.”

Dan disebutkan dalam riwayat lain oleh Al-Bukhari:

“…meletakkan semua langit di atas satu jari, serta tanah di atas satu jari, dan seluruh makhluk di atas satu jari…”

Muslim meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Allah akan menggulung seluruh lapisan langit pada hari kiamat lalu diambil dengan Tangan Kanan-Nya, dan berfirman: Aku-lah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong?” Kemudian Allah menggulung ketujuh lapis bumi, lalu diambil dengan Tangan Kiri-Nya dan berfirman: “Aku-lah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong?”.”

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

“Langit tujuh dan bumi tujuh di Telapak Tangan Allah Ar-Rahman, tiada lain hanyalah bagaikan sebutir biji sawi yang diletakkan di tangan seseorang di antara kamu.”

Ibnu Jarir berkata: “Yunus menuturkan kepadaku, dari Ibnu Wahb, dari Ibnu Zaid, dari bapaknya , ia menuturkan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Ketujuh langit berada di Kursi, tiada lain hanyalah bagaikan tujuh keping dirham yang diletakkan di atas perisai.”

Ibnu Jarir berkata pula: “Dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu menuturkan: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Kursi itu berada di ‘Arsy, tiada lain hanyalah bagaikan sebuah gelang besi yang dicampakkan di tengah padang pasir.”

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa ia menuturkan:

“Antara langit yang paling bawah dengan langit berikutnya jaraknya 500 tahun, dan diantara setiap langit jaraknya 500 tahun; antara langit yang ketujuh dengan kursi jaraknya 500 tahun; dan antara kursi dan samudra air jaraknya 500 tahun; sedang ‘Arsy berada di atas samudra air itu; dan Allah berada di atas ‘Arsy tersebut, tidak tersembunyi bagi Allah sesuatu apapun dari perbuatan kamu sekalian.”

Dan diriwayatkan dengan lafadz seperti ini oleh Al-Mas’udi dari ‘Ashim dari Abu Wa’il dari ‘Abdullah, demikian dinyatakan Adz-Dzahaby Rahimahullah Ta’ala; lalu katanya: “Atsar tersebut diriwayatkan melalui beberapa jalan.”

Al-’Abbas bin ‘Abdul Muthallib Radhiyallahu ‘anhu menuturkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Tahukah kamu sekalian berapa jarak antara langit dengan bumi?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Antara langit dan bumi jaraknya perjalanan 500 tahun, dan antara satu langit ke langit lainnya jaraknya perjalanan 500 tahun, sedang ketebalan masing-masing langit adalah perjalanan 500 tahun. Antara langit yang ketujuh dengan ‘Arsy ada samudra, dan antara dasar samudra itu dengan permukaannya seperti jarak antara langit dengan bumi. Allah Ta’ala di atas itu semua dan tidak tersembunyi bagi-Nya sesuatu apapun dari perbuatan anak keturunan Adam.”

Kandungan tulisan ini:

  • Tafsiran ayat tersebut di atas. Ayat ini menunjukkan keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala dan kecilnya seluruh makhluk dibandingkan dengan-Nya; menunjukkan pula bahwa siapa yang berbuat syirik, berarti tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya.
  • Pengetahuan-pengetahuan tentang sifat Allah Ta’ala, sebagaimana terkandung dalam hadits pertama, masih dikenal di kalangan orang-orang Yahudi yang hidup pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mereka tidak mengingkarinya dan tidak menafsirkannya dengan tafsiran yang menyimpang dari kebenaran.
  • Ketika pendeta Yahudi itu menyebutkan pengetahuan tersebut kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau membenarkannya dan turunlah ayat Al-Qur’an menegaskannya.
  • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tersenyum tatkala mendengar pengetahuan yang agung ini disebutkan oleh pendeta Yahudi.
  • Disebutkan dengan tegas dalam hadits adanya dua tangan bagi Allah, dan bahwa seluruh langit diletakkan di tangan kanan dan seluruh bumi diletakkan di tangan yang lain pada hari Kiamat nanti.
  • Dinyatakan dalam hadits bahwa tangan yang lain itu disebut tangan kiri.
  • Disebutkan keadaan orang-orang yang berlaku lalim dan berlaku sombong pada hari Kiamat.
  • Dijelaskan bahwa seluruh langit dan bumi di telapak tangan Allah bagaikan sebutir biji sawi yang diletakkan di telapak tangan seseorang.
  • Besarnya kursi dibanding dengan langit.
  • Besarnya ‘Arsy dibandingkan dengan kursi.
  • ‘Arsy bukanlah kursi, dan bukanlah samudra.
  • Jarak antara langit yang satu dengan langit yang lain perjalanan 500 tahun.
  • Jarak antara langit yang ke tujuh dengan kursi perjalanan 500 tahun.
  • Dan jarak antara kursi dengan samudra perjalanan 500 tahun.
  • ‘Arsy, sebagaimana dinyatakan dalam hadits, berada di atas samudra tersebut.
  • Allah ‘Azza wa Jalla berada di atas ‘Arsy.
  • Jarak antara langit dan bumi ini perjalanan 500 tahun.
  • Masing-masing langit tebalnya perjalanan 500 tahun.
  • Samudra yang berada di atas seluruh langit itu, antara dasar dan permukaannya, jauhnya perjalanan 500 tahun. Dan hanya Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui.

    Segala puji hanya milik Allah Rabb sekalian alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, kepada keluarga dan para sahabatnya.

    Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
    Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

    Sumber Keagungan dan Kekuasaan Allah Ta’ala : http://www.salaf.web.id