"Jama'ah Dan Imamah" ketegori Muslim.

Jama'ah Dan Imamah

Kategori Mujmal Ahlissunnah

Senin, 2 Agustus 2004 21:36:40 WIB

JAMA'AH DAN IMAMAH

Oleh
Dr. Nashir Ibn Abdul Karim Al 'Aql

[1]. Jama'ah dalam masalah ini, yaitu sahabat Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam dan orang-orang yg mengikuti mereka dgn baik dan berpegang teguh dgn jejak mereka sampai hari kiamat. Merekalah yg dimaksud dgn Al Firqah An Najiyah (golongan yg selamat).

Orang yg senantiasa menerapkan manhaj mereka, maka dia termasuk dalam jama'ah, sekali pun melakukan kesalahan dalam sebagian masalah kecil.

[2]. Tidak boleh berselisih dalam agama, juga tdk boleh memfitnah sesama kaum muslimin. Segala masalah yg mengandung perbedaan pendpt di antara umat Islam wajib dikembalikan kpd Kitabullah, sunnah Rasulullah dan kesepakatan para Salafush Shalih.

[3]. Orang yg keluar dari jama'ah wajib diberi nasehat. Kita wajib menyampaikan dakwah kpdnya. Dia hrs diajak berdiskusi dgn cara yg baik dan menjelaskan hujjah (dalil, bukti, argumentasi) kpdnya. Apabila dia tdk mau bertobat, maka dia diberi hukuman yg layak sesuai dgn syara'.

[4]. Wajib membawa umat Islam kpd ungkapan dan kalimat yg tersebut di dalam Al Qur'an, sunnah dan ijma'. Kita tdk boleh menguji orang-orang awam dari kaum muslimin dgn perkara-perkara yg pelik dan pengertian- pengertian yg mendalam.

[5]. Pada dasar seluruh muslimin mempunyai tujuan dan keyakinan yg baik, kecuali bila tampak sesuatu yg bertentangan dgn hal tersebut. Pada dasar ucapan mereka pun hrs difahami dgn pemahaman yg baik, tetapi barangsiapa yg menampakkan kedurhakaan dan tujuan jahat maka tdk boleh dilakukan penafsiran yg diuntuk-untuk terhadap dirinya.

[6]. Golongan-golongan lain dari Ahlul Qiblah yg menyimpang dari Sunnah berhak mendpt ancaman siksaan dan neraka. Hukum mereka ialah sebagaimana hukum orang-orang yg berhak di antara mereka yg kafir dalam batinnya. Golongan-golongan yg keluar dari Islam secara mutlak ialah kafir, dan hukum bagi mereka ialah hukum bagi orang-orang yg murtad.

[7]. Shalat Jum'at dan jama'ah termasuk syia'ar Islam terpenting yg tampak dan shalat bermakmum kpd seorang muslim yg tdk diketahui hal-ikhwal ialah sah, sedangkan tdk bermakmum kpd dgn dalih tdk mengetahui hal-ikhwal ialah bid'ah.

[8]. Tidak boleh shalat bermakmum kpd orang yg menampakkan bid'ah atau kefasikan, selama bisa bermakmum kpd yg lain. Akan tetapi bila hal itu terjadi, maka shalat sah dan berdosa orang yg melakukannya, kecuali bila tujuan ialah untuk menghindari mafsadah (bahaya) yg lebih besar. Andaikan tdk ada orang lain kecuali dia atau ada yg lebih jahat lagi, maka boleh shalat bermakmum kpd dan kita tdk boleh meninggalkannya. Barangsiapa yg dihukumi sebagai kafir maka tdk sah bermakmum kpdnya.

[9]. Imamah Kubra (khalifah) terjadi dan berlaku atas kesepakan umat atau mrpk bai'at dari wakil-wakil umat yg disebut ahlu al halli wal 'aqd [1]. Barangsiapa yg memperoleh kemenangan sehingga terjadilah kesepakatan terhadap dirinya, maka dia wajib ditaati dgn baik, wajib dibela dan kita tdk boleh keluar dari kepemimpinannya, kecuali bila dia secara terang-terangan menampakkan kekafiran dan dpt terbukti dari nash yg jelas dari Allah Ta'ala.

[10]. Shalat, haji dan jihad wajib dilaksanakan bersama imam kaum muslimin meskipun dia orang zalim.

[11]. Tidak boleh berperang dgn sesama muslim krn suatu kepentingan duniawi atau fanatisme jahiliyah (adat kebiasaan atau pandangan yg bertentangan dgn Islam). Ini ialah dosa yg sangat besar. Tetapi, kaum muslimin dibolehkan memerangin ahli bid'ah, para pemberontak dan sejenis bila mereka tdk dpt dicegah dgn cara lain yg lebih kecil resikonya. Bisa pula hukuma menjadi wajib sesuai dgn maslahat dan situasinya.

[12]. Para shahabat yg mulia seluruh ialah terpercaya. Mereka ialah generasi terbaik dari umat ini. Mempersaksikan keimanan dan keutamaan mereka ialah prinsip asasi yg tdk dpt ditawar lagi dalam agama. Mencintai mereka ialah agama dan keimanan, sedangkan membenci mereka ialah kekafiran dan kemunafikan. Hendaklah kita menahan diri untuk membicarakan pertentangan yg telah terjadi di antara mereka. Jangan memperdebatkan sehingga bisa mengurangi dan menjelek-jelekkan kehormatan mereka.

Yang paling mulia di antara mereka ialah Abu Bakar, kemudian Umar, Utsman dan Ali. Mereka ialah al khulafa'ur rasyidin (para pemimpin yg berjalan di atas kebenaran). Khilafah (kepemimpinan) mereka terjadi berdasarkan urutan tingkat kemuliannya.

[13]. Termasuk agama, mencintai dan membela ahlul bait Rasulullah [2] serta menghargai kehormatan isteri-isteri beliau bagi ibu kaum mukminin. Juga termasuk agama mengetahui keutamaan mereka, begitu pula dgn mencintai para imam salaf, ulama sunnah dan orang-orang yg mengikuti jejak mereka dgn baik serta menjauhi ahli bid'ah dan orang-orang yg menuruti hwa nfsu (**) .

[14]. Jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah) ialah puncak kemegahan dan kejayaan Islam, dan ini tetap berlaku sampai hari kiamat.

[15]. Amar ma'ruf dan nahi munkar (menyeru pada kebaikan dan melarang kemungkaran) termasuk syi'ar Islam yg sangat penting dan mrpk faktor pemelihara keutuhan Islam. Kedua perkara ini wajib dilaksanakan menurut kemampuan, tetapi dalam hal ini maslahat pun menjadi bahan pertimbangan.

[Disalin dari buku Mujmal Ushul Ahlis Sunnah wal Jama'ah fi Al 'Aqidah edisi Indonesia PRINSIP-PRINSIP AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH, oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al 'Aql, Penerbit GIP Jakarta]
_________
Foote Note
[1] Ahlu al hal wal 'aqd ialah dewan yg mewakili kaum muslimin yg berhak mengeluarkan keputusan yg tdk menyimpang dari Al-Qur'an dan Sunnah.
[2]Ahlul bait arti keluarga. Ahlu bait Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam ialah mereka yg diharamkan menerima shadaqah. Mereka itu sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits riwayat Muslim, yakni keturunan Ali, 'Aqil, Ja'far dan 'Abbas.

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=953&bagian=0

Sumber Jama'ah Dan Imamah : http://alsofwah.or.id