“Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yg kami pilih di antara hamba-hamba kami lalu di antara mereka ada yg mendzalimi diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yg pertengahan dan di antara mereka ada yg lbh dahulu berbuat kebaikan dgn izin Allah yg demikian itu adl karunia yg amat besar.”

Allah SWT membagi umat Islam ke dalam tiga bagian. Masing-masing sesuai dgn kadar perbuatannya. Mereka yg amal buruknya lbh banyak disebut telah mendzalimi dirinya sendiri. Gambaran mereka disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam masalah sholat seperti orang yg sholatnya tidak tepat waktu bahkan sering mengakhirkan sholatnya sampai hampir masuk waktu sholat lainnya. Kelompok kedua adl umat Islam yg antara amal kebaikan dan keburukannya seimbang. Disebutkan oleh Ibnu Taimiyah sebagai orang yg melaksanakan kewajibannya tanpa mempedulikan sunnah-sunnah seperti mereka mengerjakan sholat wajib tepat waktu dan berjamaah hanya saja tidak menambah dgn sholat-sholat sunnah. Adapun yg ketiga adl mereka yg amal baiknya lbh banyak dari amal buruknya. Mereka disebut telah melaksanakan ajaran Islam dgn baik pada tiap kesempatan dan mereka inilah yg dinamai ‘Saabiqun Lilkhairaat. Permisalannya seperti orang yg sholat wajib tepat waktu berjamaah dan menambah dgn sholat-sholat sunnah. Tentunya kita umat Islam hendaknya berupaya utk menjadi kelompok ketiga tersebut agar kualitas umat Islam tidak seperti buih laut. Kelihatannya mayoritas secara kuantitas tetapi kualitas pemahaman dan aplikasi Islamnya sangat rendah.

Maka dari itu marilah kita memenuhi panggilan Al-Quran ‘Fastabiqul Khairaat’ . Hal itu berarti kita harus menyingsingkan baju menggunakan tiap potensi dan peluang utk kepentingan Islam guna menggapai surga yg lebarnya seluas langit dan bumi disediakan bagi mereka yg bertakwa

Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm