"Beberapa Contoh Bid'ah Masa Kini 2/2" ketegori Muslim.

Beberapa Contoh Bid'ah Masa Kini 2/2

Kategori Bid'ah

Minggu, 28 Maret 2004 07:29:16 WIB

BEBERAPA CONTOH BID’AH MASA KINI

Oleh
Syaikh Dr Sahlih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan [2/2]

[3] Bid’ah Dalam Hal Ibadah Dan Taqarrub Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bid’ah-bid’ah yg berkaitan dgn ibadah, pada saat ini cukup banyak. Pada dasar ibadah itu bersifat tauqif (terbatas pada ada dan tdk ada dalil), oleh krn tdk ada sesuatu yg disyariatkan dalam hal ibadah kecuali dgn dalil. Sesuatu yg tdk ada dalil termasuk kategori bid’ah, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Arti : Barangsiapa mengerjakan amalan yg tdk ada pada perintah kami maka dia tertolak” [Hadits Riwayat Muslim]

Ibadah-ibadah yg banyak dipraktekkan pada masa sekarang ini, sungguh banyak sekali, di antara ; Mengeraskan niat ketika shalat. Misal dgn membaca dgn suara keras.

“Arti : Aku berniat untuk shalat ini dan itu krn Allah Ta’ala”

Ini termasuk bid’ah, krn tdk diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan krn Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Arti : Katakanlah (kpd mereka), ‘Apakah kalian akan memberitahukan kpd Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yg ada di langit dan apa yg ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [Al-Hujarat : 16]

Niat itu tempat ialah hati. Jadi dia ialah aktifitas hati bukan aktifitas lisan. Termasuk juga dzikir berjama’ah setelah shalat. Sebab yg disyariatkan yaitu bahwa setiap membaca dzikir yg diajarkan itu sendiri-sendiri, di antara juga ialah meminta membaca surat Al-Fatihah pada kesempatan-kesempatan tertentu dan setelah membaca do’a serta ditujukan kpd orang-orang yg sudah meninggal. Termasuk juga dalam katagori bid’ah, mengadakan acara duka cita untuk orang-orang yg sudah meninggal, memuntukkan makanan, menyewa tukang-tukang baca dgn dugaan bahwa hal tersebut dpt memberikan manfaat kpd si mayyit. Semua itu ialah bid’ah yg tdk mempunyai dasar sama sekali dan termasuk beban dan belenggu yg Allah Subhanahu wa Ta’ala sekali-kali tdk menurunkan hujjah untuk itu.

Termasuk bid’ah pula yaitu perayaan-perayaan yg diadakan pada kesempatan-kesempatan keagamaan seperti Isra’ Mi’raj dan hijrah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perayaan-perayaan tersebut sama sekali tdk mempunyai dasar dalam syari’at, termasuk pula hal-hal yg dilakukan khusus pada bulan Rajab, shalat sunnah dan puasa khusus. Sebab tdk ada beda dgn keistimewaan dibandingkan dgn bulan-bulan yg lain, baik dalam pelaksanaan umrah, puasa, shalat, menyembelih kurban dan lain sebagainya.

Yang termasuk bid’ah pula yaitu dzikir-dzikir sufi dgn segala macamnya. Semua bid’ah dan diada-adakan krn dia bertentangan dgn dzikir-dzikir yg disyariatkan baik dari segi redaksinya, bentuk pembacaan dan waktu-waktunya.

Di antara pula ialah mengkhususkan malam Nisfu Sya’ban dgn ibadah tertentu seperti shalat malam dan berpuasa pada siang harinya. Tidak ada keterangan yg pasti dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amalan khusus untuk saat itu, termasuk bid’ah pula yaitu membangun di atas kuburan dan mejadikan seperti masjid serta menziarahi untuk ber-tabarruk dan bertawasul kpd orang mati dan lain sebagai dari tujuan-tujuan lain yg berbau syirik.

Akhirnya, kami ingin mengatakan bahwa bid’ah-bid’ah itu ialah pengantar pada kekafiran. Bid’ah ialah menambah-nambahkan ke dalam agama ini sesuatu yg tdk disyari’atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya. Bid’ah lebih jelek dari maksiat besar sekalipun. Syetan akan bergembira dgn terjadi praktek bid’ah melebihi kegembiraan terhadap maksiat yg besar. Sebab, orang yg melakukan maksiat, dia tahu apa yg dia lakukan itu maksiat (pelanggaran) maka (ada kemungkinan) dia akan bertaubat. Sementara orang yg melakukan bid’ah, dia meyakini bahwa peruntukan itu ialah cara mendekatkan diri kpd Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia tdk akan bertaubat. Bid’ah-bid’ah itu akan dpt mengikis sunnah-sunnah dan menjadikan pelaku enggan untuk mengamalkannya.

Bid’ah akan dpt menjauhkan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan mendatangkan kemarahan dan siksaanNya serta menjadi penyebab rusak dan melenceng hati dari kebenaran.

SIKAP TERHADAP AHLI BID’AH
Diharamkanmengunjungi dan duduk-duduk dgn ahli bid’ah kecuali dgn maksud menasehati dan membantah bid’ahnya. Karena bergaul dgn ahli bid’ah akan berpengaruh negatif, dia akan menularkan permusuhan pada yg lain. Kita wajib memberikan peringatan kpd masyarakat dari mereka dan bahaya mereka. Apabila kita sudah bisa menyelamatkan dan mencegah mereka dari praktek bid’ah. Dan kalau tdk, maka dihrskan kpd para ulama dan pemimpin umat Islam untuk menentang bid’ah-bid’ah dan mencegah para pelaku serta meredam bahaya mereka. Karena bahaya mereka terhadap Islam sangatlah besar. Suatu hal yg perlu pula untuk diketahui bahwa negara-negara kafir sangat mendukung para pelaku bid’ah dan membantu mereka untuk menyebar luaskan bid’ah-bid’ah mereka dgn berbagai macam cara, sebab didalam terdpt proses penghangusan Islam dan pengrusakan terhadap gambaran Islam yg sebenarnya.

Kita memohon kpd Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga Dia akan menolong agamaNya, meninggikan kalimatNya, serta menghinakan musuh-musuhNya.

Semoga shalawat dan salam tercurahkan keharibaan Nabi Muhammad Shallallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

[Disalin dari buku At-Tauhid Lish-Shaffits Tsani Al-‘Aliy, edisi Indonesia Kitab Tauhid-3, hal 152-159, Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=551&bagian=0

Sumber Beberapa Contoh Bid'ah Masa Kini 2/2 : http://alsofwah.or.id