Bagaimana Hukum Wanita Hamil Dan Menyusui Jika Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan” ketegori Muslim.

 

Bagaimana Hukum Wanita Hamil Dan Menyusui Jika Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Kategori Puasa - Fiqih Puasa

Minggu, 17 Oktober 2004 14:04:47 WIB

MELAHIRKAN DI BULAN RAMADHAN DAN TIDAK MENGQADHA SETELAH BULAN RAMADHAN KARENA ADA KEKHAWATIRAN PADA BAYI, KEMUDIAN PADA BULAN RAMADHAN SELANJUTNYA IA MELAHIRKAN LAGI

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dita : Seorang wanita melahirkan di bulan Ramadhan dan setelah Ramadhan itu ia tdk mengqadha puasa krn kekhawatiran pada si bayi yg sedang menyusu, kemudian wanita itu hamil dan melahirkan pada bulan Ramadhan selanjutnya, bolehkan bagi wanita itu untuk membagikan uang sebagai pengganti puasa .?

Jawaban
Yang wajib bagi wanita ini ialah mengqadha puasa selama hari-hari puasa yg ia tinggalkan di bulan Ramadhan walaupun puasa itu di qadha di hari-hari setelah Ramadhan yg kedua, hal itu dikrnkan ia tdk mengqadha puasa antara Ramadhan pertama dan Ramadhan kedua yg disebabkan ada suatu alasan atau udzur. Saya tdk tahu, apakah hal itu akan menyulitkan atau tdk dalam mengqadha puasa itu di musim dingin dgn di cicil sehari demi sehari, sebenar jika ia menyusui maka sesungguh Allah akan memberi kekuatan pada hingga puasa itu tdk mempengaruhi diri juga tdk memberi pengaruh kpd air susunya.

Dan hendak wanita itu berusaha semampu mungkin untuk mengqadha puasa Ramadhan yg telah berlalu sebelum datang Ramadhan yg kedua, jika hal itu tdk bisa ia lakukan maka tdk masalah bagi untuk menunda qadha puasa itu hingga setelah Ramadhan kedua.

[Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, Syaikh Ibnu Utsaimin, 3/65]

BAGAIMANA HUKUMNYA WANITA HAMIL DAN MENYUSUI JIKA TIDAK BERPUASA PADA BULAN RAMADHAN

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh ibnu Utsaimin dita : Apa hukum bagi wanita hamil dan menyusui jika ia tdk berpuasa di bulan Ramadhan .?

Jawaban
Tidak boleh bagi wanita hamil dan menyusui untuk tdk berpuasa pada siang hari Ramadhan kecuali ada udzur (halangan), jika wanita itu tdk berpuasa krn ada suatu udzur, maka wajib bagi kedua wanita itu untuk mengqadha puasa berdasarkan firman Allah tentang orang sakit.

“Arti : Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah bagi berpuasa), sebanyak hari yg ditinggalkan itu, pada akhir hari-hari yg lain” [Al-Baqarah : 185]

Wanita menyusui dan wanita hamil ini bisa disamakan atau diartikan sebagai orang sakit, akan tetapi jika udzur kedua wanita itu krn ada rasa khawatir terhadap bayi atau janin yg dalam perut maka di samping mengqadha puasa, kedua wanita itu dihrskan memberi makan kpd seorang miskin setiap hari berupa makanan pokok, bisa berupa gandum, beras, korma atau lainnya. Sebagian ulama lain berpendpt : Tidak ada kewajiban bagi kedua wanita itu kecuali mengqadha puasa, krn tentang memberi makan orang miskin. tdk ada dalil dalam Al-Kitab maupun As-Sunnah, ini ialah madzhab Abu Hanifah dan mrpk pendpt yg kuat.

[Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, syaikh Ibnu Utsaimin, 3/66]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1108&bagian=0

Sumber Bagaimana Hukum Wanita Hamil Dan Menyusui Jika Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan : http://alsofwah.or.id