Penamaan Sufi Penamaan sufi tidak ditemukan secara pasti dari kata apa asalnya. Ada perbedaan-perbedaan pendapat asal kata sufi ataupun tasawuf. Ibnu Taimiyah meneyebutkan sebagian perbedaan-perbedaan ang ada sebagai berikut;

Dikatakan bahwa lafadz sufi itu dinisbatkan kepada ahli shofwah . Ini tidak benar krn kalau demikian maka pasti disebut shofiy.

Adapula yg berpendapat sufi itu dinisbatkan kepada shof depan dihadapan Allah SWT. Ini pun salah krn namanya jadi shofiy juga. Konon ada yg menisbatkan sufi kepada Shufah bin Basyar bin Thanjah satu kabilah dari bangsa Arab mereka bertetangga dgn Makkah dari zaman dahulu kala. Dinisbatkan orang-orang ahli ibadah kepada mereka. Ini walaupun sesuai utk penisbatan dari segi lafadz yaitu tepat jadi “shufi” namanya namun penisbatan itu lemah juga. Karena mereka itu tidak terkenal dan tidak populer bagi kebanyakan ahli ibadah. Dan seandainya ahli ibadah itu dinisbatkan kepada mereka maka pastilah penisbatan itu sudah ada pada zaman sahabat an tabi`in serta para pengikut mereka yg pertama. Dan lagi umumnya orang-orang yg berbicara mengenai nama sufi itu tidak mengetahui kabilah ini dan tidak suka kalau dinisbatkan kepada kabilah yg ada dizaman jahiliyah dan tidak ada dizaman Islam.

Dan dikatakan - ini terkenal- bahwa sufi itu dinisbatkan kepada pakaian as-shuf/ bulu domba/ wool.

Asal kata sufi dari pakaian shuf ini dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah krn kenyataan yg ada pada masa Ibnu Taimiyah adl mereka memakai pakaian kasar sebagai pengakuan utk zuhud dan menampakkan kesederhanaan dan kemelaratan hidup disamping menahan diri dari berhubungan dan meminta-minta pada orang dan mencegah diri dari air dingin dan makan daging. Demikian pula mereka meninggalkan nikah. Sehingga perbuatan mereka tidak sesuai dgn zuhud yg disyari`atkan.

Nabi SAW telah mengingkari orang yg ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT dgn mencegah diri dari makan daging atau nikah. Seperti hadts yg telah datang dalam kitab Shahihain dari Annas bin Malik ia berkata “Ada satu kelompok sahabat yg datang kerumah Nabi SAW utk menayakan kepada istri-istri beliau tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberitahu tentang keadaan ibadah beliau seolah-olah mereka menganggap ibadah itu masih terlalu sedikit. Kemudian mereka berkata-kata satu sama lain lalu mereka bertanya dimana posisi kita dibandingkan dgn Rasulullah SAW padahal Allah SWT telah mengampuni dosa beliau baik yg teredahulu maupun yg akan datang ?” Lalu salah seorang dari mereka berkata ” Saya akan puasa sepanjang tahun dan tidak akan berbuka.” Yang kedua mengatakan ” Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan kawin selamanya.” Lalu Rasulullah SAW datang kepada mereka sembari bersabda ” Kamukah yg telah berkata begini dan begitu tadi ? Ketahuilah Demi Allah SWT akulah orang yg paling takut kepada Allah SWT diantara kalian dan yg pailng bertaqwa kepadaNya tetapi aku berpuasa dan berbuka sholat dan tidur dan kawin dgn perempuan. Maka barangsiapa yg membenci sunnahku bukanlah ia dari golonganku.” . Ibnu Taimiyah dalam menguatkan shuf sebagai sebab penamaan sufi adl krn mereka terkenal dgn pakaian shuf . Itu hanyalah menyebutkan gejala mereka pada masa itu dan sebelumnya yaitu pakaian shuf utk menampakkan zuhud. Tetapi ada pendapat lain tentang penamaan itu menunjukkan sebagian pembicaraan mereka yaitu pembicaraan yg kembali kepada pemkiran-pemikiran kuno seperti yg disebutkan oleh Al-Biruni Abu-Rahyan yg menisbatkan tasawub kepada kata ” Shofia ” Yunani yaitu hikmah mengingat krn saling dekatnya pendapat-pendapat antara pendapat orang-orang sufi dgn para filosof Yunani kuno.

Tasawuf itu adl kasus yg lbh berbahaya ketimbang sekedar pakaian kasar bahkan merupakan pemikiran -pemikiran buatan para filosof yg masuk ikut campur dalam islam padahal sebenarnya jauh dari islam tetapi disampuli dgn cover yg menimbulkan mengelabuan bahwa tasawub itu termasuk dalam islam.

SEJARAH DAN FITNAH TASAWUF Orang-orang sufi pada periode pertama menetapkan utk merujuk kembali pada Al-quran dan As-sunah namun demikian iblis memperdayai mereka krn ilmu mereka yg sedikit sekali.

Ibnul Jauzi yg terkenal dgn bukunya Talbis Iblis menyebutkan contoh Al-Junaid berkata “Madzhab kami ini terikat dgn dasar Al Kitab dan As Sunnah.” Dia juga berkata”Kami tidak mengambil tasawuf dari perkataan orang ini dan itu tetapi dari rasa lapar meninggalkan dunia meninggalkan kebiasaan sehari-hari dan hal-hal yg dinggap baik. Sebab tasawuf itu berasal dari kesucian mu’amalah dgn Allah SWT dan dasarnya adl memisahkan diri dari dunia.

Komentar Ibnul Jauzijika seperti ini yg dikatakan para syaikh mereka maka dari syaikh-syaikh yg lain muncul banyak kesalahan. Karena mereka menjauhkan diri ilmu

Jika memang begitu keadaannya lanjut Ibnul Jauzi maka mereka harus disanggah krn tidak perlu ada sikap manis muka dalam menegakkan kebenaran. Jika tidak benar maka kita tetap harus waspada terhadap perkataan yg keluar dari golongan mereka.

Dicontohkan suatu kasus Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata tentang diri Sary As-Saqathy “Dia seorang syaikh yg dikenal suka menjamu makanan.” Kemudian ada yg mengabarinya bahwa dia berkata “Tatkala Allah menciptakan huruf-huruf maka huruf ba` sujud kepada-Nya” maka seketika itu pula Imam Ahmad berkata” Jauhilah dia!

A. Kapan Awal Munculnya Tasawuf Tentang kapan awal munculnya tasawuf Ibnul Jauzi mengemukakan yg pasti istilah sufi muncul sebelum tahun 200 H. Ketika pertama kali muncul banyak orang yg membicarakannya dgn berbagai ungkapan. Alhasil tasawuf dalam pandangan mereka merupakan latihan jiwa dan usaha mencegah tabiat dari akhlak-akhlak yg hina lalu membawanya ke akhlak yg baik hingga mendatangkan pujian didunia dan pahala diakhirat. Begitulah yg terjadi pada diri orang-orang yg pertama kali memunculkannya. Lalu datang talbis iblis terhadap mereka dalam berbagai hal. Lalu iblis memperdayai orang-orang setelah itu daripada pengikut mereka. Setiap kali lewat satu kurun waktu maka ketamakan iblis utk memperdayai mereka semakin menjadi-jadi. Begitu seterusnya hingga mereka yg datang belakangan telah berada dalam talbis iblis.

Talbis iblis yg pertama kali terhadap mereka adl menghalangi mereka mencari ilmu. Ia menampakkan kepada mereka bahwa maksud ilmu adl amal. Ketika pelita ilmu yg ada didekat mereka dipadamkan mereka pun menjadi linglung dalam kegelapan. Diantara mereka ada yg diperdaya iblis bahwa maksud yg harus digapai adl meninggalkan dunia secara total. Mereka pun menolak hal-hal yg mendatangkan kemaslahatan bagi badan mereka menyerupakan harta dgn kalajengking mereka berlebih-lebihan dalam membenani diri bahkan diantara mereka ada yg sama sekali tidak mau menelentangkan badannya terlebih lagi tidur.

Sebenarnya tujuan mereka itu bagus. Hanya saja mereka meniti jalan yg tidak benar dan diantara mereka ada yg krn minimnya ilmu lalu berbuat berdasarkan hadits-hadits maudhu` sementara dia tidak mengetahuinya.

B. Syaria`t Dianggap Ilmu Lahir Sehingga Aqidahnya Rusak Kemudian datang suatu golongan yg lbh banyak bicara tentang rasa lapar kemiskinan bisikan-bisikan hati dan hal lain-lain yg yg melintas didalam sanubari lalu mereka membukukan hal-hal itu seperti yg dialakukan Al-Harits Al-Muhasibi . Adapula golongan lain yg mengikuti jalan tasawuf menyendiri dgn ciri-ciri tertentu seperti mengenakan pakaian tambal-tambalan suka mendengarkan syair-syair memukul rebana tepuk tangan dan sangat berlebih-lebihan dalam maslah taharah dan kebersihan. Masalah ini semakin lama semakin menjadi-jadi krn para syaikh menciptakan topik-topik tertentu berkata menurut pandangannya dan sepakat utk menjauhkan diri dari ulama.

Memang mereka masih tetap menggeluti ilmu tetapi mereka menamakannya ilmu batin dan mereka menyebut ilmu syariat sebagai ilmu dhahir. Karena rasa lapar yg mendera perut mereka pun membuat khayalan-khayalan yg muskil mereka menganggap rasa lapar itu sebagai suatu keni’matan dan kebenaran. Mereka membayangkan sosok yg bagus rupanya yg menjadi teman tidur mereka. Mereka itu berada diantara kufur dan bid`ah.

Kemudian muncul beberapa golongan lain yg mempunyai jalan sendiri-sendiri dan akhirnya aqidah mereka menjadi rusak. Diantara mereka ada yg berpendapat tentang adanya inkarnasi/ hulul yaitu Allah menyusup kedalam diri makhluk dan ada yg menyatakan Allah menyatu dgn makhluk/ ittihad. Iblis senantiasa menjerat mereka dgn berbagai macam bid`ah sehingga mereka membuat sunnah tersendiri bagi mereka.

C. Perintis Tasawuf Tak Diketahui Pasti Abdurrahman Abdul Khaliq dalam bukunya Al-Fikrus Sufi fi Dhauil Kitab was Sunnah menegaskan tidak diketahui secara tepat siapa yg pertama kali menjadi sufi dikalangan ummat Islam. Imam Syafi`i ketika memasuki kota mesir menyatakan “Kami tinggalkan kota Baghdad sementara disana kaum zindiq telah mengadakan sesuatu yg baru yg mereka namakan assama` .

Kaum zindiq yg dimaksud Imam Syafi`i adl orang-orang sufi. Dan assama` yg dimaksud adl nyanyian-nyanyian yg mereka dendangkan. Sebagaimana dimaklumi Imam Syafi`i masuk ke Mesir tahun 199 H. Perkataan Imam Syafi`I ini mengisyaratkan bahwa masalah nyanyian merupakan masalah baru. Sedaangkan kaum zindiq tampaknya sudah dikenal sebelum itu. Alasannya Imam Syafi`i sering berbicara tentang mereka diantaranya beliau menyatakan “Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi hari maka siang sebelum Dhuhur ia menjadi orang yg dungu.” Dia juga pernah berkata.” Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari lalu akalnya kembali normal selamanya.

Semua ini menurut Abdurrahman Abdl Khaliq menunjukkan bahwa sebelum berakhirnya abad kedua Hijriyah terdapat satu kelompok yg diakalangan ulama Islam dikenal dgn sebutan Zanadiqoh dan terkadang dgn sebutan mutashawwifah . Imam Ahmad hidup sezaman dgn Imam Syafi`i dan pada mulanya berguru kepada Iamam Syafi`i. Perkataan Imam Ahmad tentang keharusan menjauhi orang-orang tertentu yg berada dalam lingkaran tasawuf banyak dikutip orang. Diantaranya ketika seseorang datang kepadanya sambil meminta fatwa tentang perkataan Al-Harits Al Muhasibi .Lalu Imam Ahmad bin Hanbal berkata “Aku nasihatkan kepadamu janganlah duduk bersama mereka.” .

Imam Ahmad memberi nasehat seperti itu krn beliau telash melihat Majlis Al-Harits Al-Muhasibi. Dalam majlis itu para peserta duduk dan menangis_menurut mereka_untuk mengoreksi diri. Mereka berbicara atas dasar bisikan hati yg jahat.

Perlu kita cermati kini ada kalangan-kalangan muda yg mengadakan daurah/ penataran atau halaqah/ pengajian lalu mengadakan muhasabatun nafsi/ mengoreksi diri atau mengadakan apa yg mereka sebut renungan dan mereka mengangis tersedu-sedu bahkan ada yg meraung-raung.Apakah perbuatan mereka itu ada dalam sunnah Rasulullah SAW ? Ataukah memang mengikuti kaum sufi itu ?

D. Abad Ketiga Hijriyah Sufi Mulai Berani Semua Tokohnya dari Parsi tampaknya Imam Ahmad bin Hanbal r.a mengucapkan perkataan tersebut pada awal abad ketiga Hijriyah. Namun sebelum abad ketiga berakhir tasawuf telah muncul dalam hakekat yg sebenarnya kemudian tersebar luas ditengah-tengah umat dan kaum sufi telah berani mengatakan sesuatu yg sebelumnya mereka sembunyikan. Jika kita meneliti gerakan sufisme sejak awal perkembangannya hingga kemunculan secara terang-terangan kita akan mengetahui bahwa seluruh tokoh pemikiran sufi pada abad ketiga dan keempat Hijriyah berasal dari Parsi tidak ada yg berasal dari Arab.

Sesungguhnya tasawuf mencapai puncaknya dari segi aqidah dan hukum pada akhir abad ketiga Hijriyah yaitu tatkala Husein bin Manshur Al-Hallaj berani menyatakan keyakinannya didepan penguasa yakni dia menyatakan bahwa Allah SWT menyatu dgn dirinya sehingga para ulama yg semasa dengannya menyatakan bahwa dia telah kafir dan harus dibunuh.

Pada tahun 309 H./922 M.ekskusi terhadap Husein bin Manshur Al Hallaj dilaksanakan. Meskipun demikian sufisme tetap menyebar dinegri Parsi bahkan kemudian berkembang di Irak.

E. Abad Keempat Mulai Muncul Thariqat/ Tarekat Tersebarnya sufisme didukung oleh Abu Said Al-Muhani. Ia mendirikan tempat -tempat penginapan yg dikelola secara khusus dan selanjutnya ia ubah menjadi markas sufisme. Cara penyebaran sufisme seperti itu diikuti oleh para tokoh sufi lainnya sehingga pada pertengahan abad keempat Hijriyah berkembanglah cikal bakal thariqat/ tarekat sufiyah kemudian secara cepat tersebar di Irak Mesir dan Maghrib .

Pada abad keenam Hijriyah muncul beberapa tokoh tasawuf masing-masing-masing-masing mengaku bahwa dirinya keturunan Rasulullah SAW kemudian mendirikan tempat thariqat sufiyah Ar-Rifa`i ; diMesir muncul Al-Bada-wi yg tidak diketahui siapa ibunya siapa bapaknya dan siapa keluarganya; demikian juga Asy-Syadzali yg muncul diMesir. Dari thariqat tersebut muncul banyak cabang thariqat sufiyah.

F. Abad ke-VI VIIdan VIII Puncak Fitnah Sufi Pada abad keenam ketujuh dan kedelapan Hijriyah fitnah sufisme mencapai puncaknya. Kaum sufi mendirikan kelompok-kelompok khusus kemudian diberbagai tempat dibangun kubah-kubah diatas kubur an. Semua itu terjadi setelah tegaknya Daulah Fathimiyah di Mesir dan setelah perluasan kekuasaan kewilayah-wilayah dunia Islam. Lalu kuburan-kuburan palsu muncul seperti kuburan Husain bin Ali r.a di Mesir dan kuburan sayyidina Zainab. Setelah itu mereka mengadakan peringatan Maulud Nabi SAW mereka melakukan bid`ah-bid`ah dan khufarat-khufarat. Pada akhirnya mereka meng-ilah-kan Al-Hakim Bi-Amrillah Al-Fathimi Al-Abidi.

Propaganda yg dialakukan oleh Daulah Fathimiyah tersebut berawal dari Maghrib mereka menggantikan kekuasaan Abbasiyah yg Sunni. Daulah Fathimiyah berhasil menggerakkkan kelompok-kelompok sufi utk memerangi dunia Islam. Pasukan-pasukan kebatinan tersebut kemudian menjadi penyebab utama berkuasanya pasukan salib diwilayah-wilayah Islam.

Pada Abad kesembilan kesepuluh dan kesebelas Hijriyah telah muncul berpuluh-puluh thariqat sufiyah kemudian Aqidah dan Syariat sufi tersebar ditengah-tengah umat. Keadaan yg merata berlanjut sampai masa kebangkitan Islam baru.

G. Ibnu Taimiyah dan murid-muridnya memerangi Sufi Sesungguhnya kebangkitan Islam sudah mulai tampak pada akhir abad ketujuh dan awakl abad kedelapan Hijriyah yaitu tatkala Imam Mujahid Ahmad bin Abdul Hakim Ibnu Taimiyah memerangi seluruh aqidah yg menyimpang melalui pena dan lsannya diantara yg diperangi adl aqidah kaum sufi.

Setelah itu perjuangan beliau dilanjutkan oleh murid-muridnya seperti Ibnul Qoyyim Ibnu Katsir Al Hafizh Adz Dzahabi dan Ibnu Abdil-Hadi.

Meskipun mendapat serangan tasawuf dan aqidah-aqidah batil terus mengakar hingga berhasil menguasai umat. Namun pada abad ke-12 H. Allah SWT mempersiapkan Imam Muhammad bin Abdul Wahab utk umat Islam. Ia memepelajari buku-buku Syaikh Ibnu Taimiyah kemudian bangkit dan memberantas kebatilan. Dengan sebab upaya beliau Allah SWT merealisasikan kemunculan Kebangkitan Islam baru.

Da`wah Muhammad bin Abdul Wahhab disambut oleh orang-orang mukhlkis diseluruh penjuru dunia Islam. Namun daulah sufisme tetap memiliki kekuatan diberbagai wilayah dunia Islam dan simbol-simbol tasawuf masih tetap ada. Simbol-simbol tasawuf yg dimaksudkan adl kuburan-kuburan syaikh-syaikh atau guru-guru sesat dan aqidah-aqidah yg rusak dan batil.

Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm