Allah berfirman Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.Tolaklah dgn cara yg lbh baik maka tiba-tiba orang yg antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yg sangat setia. Sifat-sifat yg baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yg sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yg mempunyai keberuntungan yg besar. Dan jika syaitan mengganggumu dgn suatu gangguan maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tidaklah Allah menciptakan manusia melainkan Allah juga menciptakan setan utk mengujinya. Secara fitrah manusia akan selalu cenderung pada kebaikan.

Tetapi utk selalu sejalan dgn fitrahnya sangatlah sulit. Karena ketika manusia hendak memilih kebaikan akan selalu ada bisikan-bisikan yg menghalanginya dan menganjurkan yg sebaliknya. Seperti yg pernah disabdakan oleh Rasulullah saw. bahwa di dalam hati manusia ada dua bisikan; bisikan malaikat dan bisikan setan. Bisikan malaikat adl kebaikan dan bisikan setan adl kejahatan. Adapun bisikan mana yg akan diikuti oleh manusia tergantung pada keadaan hati manusia itu. Jika hatinya bersih ia akan mendengar bisikan malaikat namun jika hatinya kotor dan berpenyakit dia akan lbh sering menuruti bisikan setan. Dari situ timbullah dua akibat yaitu kebajikan dan kejahatan. Kebaikan dan kejahatan itu pun beragam. Ada yg erat kaitannya dgn Allah langsung dan ada yg berhubungan dgn sesama hamba.

Pada kesempatan ini kita tidak akan membahas kebaikan dan kejahatan yg dilakukan manusia berkaitan dgn Allah akan tetapi kita akan membahas antara kebaikan dan kejahatan yg terjadi antar hamba Allah. Bagaimanakah sebaiknya kita menghadapi kejahatan yg dihadapkan kepada kita? Marilah kita simak keterangan ayat berikut. Allah berfirman Dan tidak sama antara kebaikan dan kejahatan…. Menurut Syech Abdurrahman As-Sa’dy maksudnya adl tidaklah sama antara antara perilaku kebaikan dan ketaatan dalam rangka menggapai ridha Allah dgn perbuatan kejahatan dan maksiat yg dibenci dan tidak diridhi Allah. Tidak sama antara berbuat baik terhadap makhluk Allah dan berbuat jahat kepadanya baik bentuk perilakunya sifatnya dan balasan yg akan diterima.

Pada kenyataannya memang benar apa yg telah dikhabarkan Alquran bahwa manusia terlalu banyak berbuat zalim baik pada Allah pada dirinya sendiri maupun pada orang lain. Hingga tidak kita pungkiri bahwa terkadang kita juga didzalimi oleh orang lain atau ada orang lain yg berbuat jahat kepada kita. Dalam menghadapi kejahatan yg dilakukan seseorang kepada kita Alquran memberikan petunjuk Tolaklah kejahatan itu dgn kebaikan maksudnya adl jika ada orang yg berbuat jahat kepada kita balaslah kejahatannya itu dgn kebaikan. Jika ada orang yg jahat kepadamu dgn perbuatannya dgn perkataannya atau dgn sesuatu yg lain maka balaslah hal itu dgn kebaikan. Jika ia memutus hubungan denganmu cobalah jalin hubungan baik dengannya. Jika ia menzalimi maafkanlah ia. Jika berbicara tentang kamu janganlah engkau hiraukan.

Tetapi maafkanlah ia dan sambutlah ia dgn perkataan yg baik. Apabila ia menjauhimu dan tidak menghiraukanmu tetaplah berkata yg lembut dan mengucapkan salam kepadanya. Jika engkau mampu membalas kejahatan dgn kebaikan niscaya engkau akan mendapatkan faedah yg sangat besar. Demikianlah apa yg dikatakan oleh Syech Abdurrahman Nashir As-Sa’dy. Lalu apakah faedah yg besar itu? Allah berfirman …maka tiba-tiba orang yg antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yg sangat setia. Ibnu Katsir mengomentari ayat ini yaitu apabila engkau berbuat baik kepada orang yg telah berlaku jahat terhadapmu maka kebaikanmu itu akan membawanya utk bisa condong kepadamu menyukaimu dan bersikap lunak padamu sehingga dia akan menjadi seperti teman yg setia dan sangat dekat kepadamu dgn kasih sayang dan kebaikan untukmu.

Demikian apa yg dianjurkan oleh Allah kepada kita bagaimana kita membalas kejahatan seseorang yg menimpa kita. Namun hal itu sangatlah berat utk dilaksanakan. Hingga diterangkan pada ayat selanjutnya Sifat-sifat yg baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yg sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yg mempunyai keberuntungan yg besar. Menurut Ibnu Katsir tidak akan mampu menerima dan mengamalkan wasiat tersebut kecuali orang yg sabar krn hal itu sangat memberatkan jiwa. Dan yg dimaksud dgn keberuntungan yg besar adl kebahagiaan di dunia dan akherat bagi yg mampu mengamalkannya.

Betapa berat dan sulit hal tersebut utk dilakukan. Karena watak seseorang akan cenderung membalas kejahatan dgn kejahatan. Namun jika seseorang mengetahui besarnya nilai kesabaran dan besarnya pahala yg akan diterima mengetahui bahwa membalas kejahatan dgn kejahatan tidak ada manfaatnya sedangkan permusuhan hanya akan menambah kekerasan menyadari bahwa membalas kejahatan dgn kebaikan bukan berarti kehinaan dan kerendahan martabat akan tetapi bersikap rendah diri dihadapan Allah maka hal tersebut akan menjadi ringan baginya dan dia akan melakukannya dgn lapang bahkan meni’matinya.

Ali bin Abi Thalhah mengatakan bahwa berkenaan dgn ayat ini Ibnu Abbas berkata Allah memerintahkan kita utk bersabar ketika marah lemah lembut menghadapi kebodohan dan memaafkan perlakuan buruk . Barang siapa mampu mengamalkannya maka Allah akan menghindarkannya dari godaan setan dan akan menjadikan musuhnya tunduk padanya seperti teman yg setia padanya.

Kejahatan bagaimanapun juga berasal dari setan. Dan setan nada dua macam setan dari golongan manusia dan setan dari golongan jin. Setelah Allah memerintahkan hamba-Nya utk berbuat kebaikan kepada sesamanya meskipun telah mendapat perlakuan jahat kemudian pada ayat selanjutnya Allah memerintahkan utk berlindung kepada-Nya apabila setan datang menggoda. Karena utk menghadapi setan yg berwujud manusia dimungkinkan dgn berbuat baik padanya maka dia akan berubah baik kepada kita. Adapun setan dari golongan jin tidak cara berkelit dan menghindar darinya apabila ia datang menggoda kecuali dgn meminta perlindungan kepada-Nya. Jika seseorang menyerahkan urusannya kepada Allah dan berlindung kepada-Nya makar setan tidak akan berarti baginya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika menegakkan salat mengucapkan A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi. Artinya Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yg terkutuk dari godaan tiupan dan hembusannya.

Ada beberapa ayat lain yg senada dgn ayat di atas diantaranya; Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yg ma’ruf serta berpalinglah dari pada orang-orang yg bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. . Dan Tolaklah perbuatan buruk mereka dgn yg lbh baik. Kami lbh mengetahui apa yg mereka sifatkan. Dan katakanlah . Ya Rabbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung kepada Engkau ya Rabbku dari kedatangan mereka kepadaku . .

Untuk lbh jelasnya marilah kita lihat contoh dari sebagian salafus saleh dalam mensikapi kejahatan yg dihadapkan pada mereka.

Di dalam kitab Asybaluna Al-Ulama’ disebutkan bahwa budak Abu Dzarr mengetahui bahwa tuannya tidak membalas kejahatan dgn kejahatan akan tetapi ia akan membalasnya dgn kebaikan. Setiap ia marah tentang sesuatu ia pasti akan memaafkan pelakunya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan kecintaannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selain merupakan bentuk pengamalan firman Allah Sesungguhnya kebaikan itu menghapuskan kejahatan.

Budak itu ingin Abu Dzarr membebaskannya agar ia menjadi orang yg merdeka. Ia beranjak menuju kambing milik Abu Dzarr lalu membiarkan kambing itu memakan makanan utk kuda hingga makanan itu habis. Tatkala Abu Dzarr datang ia tidak mendapati makanan utk kudanya. Ia bertanya kepada budaknya Apa yg terjadi? Budaknya menjawab Saya melepaskan kambing ke tempat makanan kuda hingga ia memakannya sampai habis. Abu Dzarr bertanya lagi Mengapa engkau lakukan itu? Budaknya menjawab Saya ingin membuat engkau marah. Lalu sesudah memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yg ada di dalam hatinya Abu Dzarr berkata Aku akan kumpulkan pahala dgn kemarahanku. Engkau sekarang merdeka krn Allah.

Memang berat membalas kejahatan dgn kebaikan.

Suatu hal yg bertentangan dgn watak dasar manusia. Namun barang siapa mampu mengamalkannya ia akan mendapat keberuntungan yg besar. Dan tidak mampu menerima dan mengamalkan hal itu kecuali orang-orang yg sabar. Ya Allah karuniakanlah kepada kami kesabaran dan kuatkanlah pertahanan kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yg zalim.

sumber file al_islam.chm