Edisi-edisi berikut ini adl kajian tentang keyakinan-keyakinan aliran Qadiani. Buku ini ditulis oleh Asy-Syekh Manzhur Ahmad Chinioti al-Pakistani dgn judul asli Al-Qadiani Wamu’taqadatuhu. Sebelum menginjak ke tulisan yg memaparkan keyakinan-keyakinan Al-Qadiani yg menyesatkan bacalah pengantar kajian ini pada edisi sebelumnya dari seorang ahli hadis yg mulia Asy-Syekh Muhammad Yususf al-Banuri Rektor Jamiah al-Ulul al-Islamiah Karachi Pakistan dan Amir Jamiyah Tahfizh Khatmin Nubuwah pakistan! Upayanya dalam Mendukung Pemeritahan Inggris Lima Puluh Lemari “Saya telah menghabiskan sebagian besar dari hidupku dalam mendukung pemerintahan Inggris dan saya telah menulis buku dan selebaran tentang larangan jihad dan kewajiban menaati ulim amri Inggris yg jumlahnya sekiranya dikumpulkan niscaya akan memenuhi lima puluh lemari buku. Buku dan tulisan-tulisan tersebut tersebar di negara-negara Arab Mesir Syam dan Turki. Tujuanku selamanya ialah agar umat Islam loyal kepada pemerintahan ini dan kita hapuskan dari hati mereka pemahaman tentang Al-Mahdi si pembunuh dan Al-Masih si tukang jagal dan seluruh hukum yg membangkitkan dalam diri mereka semangat jihad yg merusak hati orang-orang bodoh.” Lima Puluh Ribu Buku dan Selebaran “Saya telah menyebarkan lima puluh ribu buku selebaran dari pengumuman di negeri ini dan di negeri-negeri Islam yg menjelaskan bahwa pemerintahan Inggris pemilik keutamaan dan kebaikan atas umat Islam jadi wajiblah atas tiap muslim utk menyerahkan ketaatan penuh kepada pemerintahan ini. Saya telah menulis buku-buku ini dalam bahasa Urdu Arab Persia; saya sebarkan ke seluruh dunia Islam sampai masuk dan tersebar di dua kota suci Mekah dan Madinah di Astana negeri Syam Mesir Afghansitan. Hasilnya adl ribuan orang telah meninggalkan pemikiran jihad yg berasal dari ulama kolot. Ini adl prestasi para pengikutku yg tak ada seorang pun dari umat Islam di India yg dapat menandinginya.” . Lima Puluh Kuda dan Penunggangnya “Ayahku Ghulam Murtadha mempunyai hubungan baik dgn pemerintahan Inggris bahkan ia seorang pegawai pemerintah. Ia membantu pemerintah Inggris dari India pada revolusi rakyat Inggris pada tahun 1807 M . Berjihad dgn Lisan dan Tulisan “Sejak muda hingga sekarang saya telah mencapai usia enam puluh tahun saya berjihad dgn lisan dan pena utk mengarahkan umat Islam kepada kepatuhan dan loyalitas kepada pemerintahan Inggris menghapus pemikiran tentang jihad yg diyakini oleh orang-orang bodoh sehingga pemikiran itulah yg menghalangi mereka utk taat kepada pemerintahan ini. Saya melihat bahwa tulisan-tulisanku cukup berpengaruh di hati umat Islam dan telah menghasilkan perubahan ratusan ribu umat Islam.” . Saya Salah Seorang Pelayannya “Tidaklah asing bagi negeri yg penuh berkah ini bahwa saya adl salah seorang pelayannya penasihatnya dan sumber kebaikannya sejak dahulu. Kami datang kepadanya tiap saat dgn hati yg tulus. Ayahku adl orang dekat pemerintahan dan mendapat rekomendasi darinya. Kami punya jasa terhadap negeri ini yg kami yakin bahwa pemerintah tidak melupakannya. Ayahku Mirza Ghulam Murtadha bin Mirza Atha Muhamad al-Qadiani adl tokoh masyarakat di daerah ini dia adl orang terdepan di sini pemerintah sangat mengenalnya dgn baik. Kami tidak pernah menjadi munafik bahkan semua orang telah menyaksikan keikhlasan kami. Pemerintah pun menyadari hal ini para pendatang pun menyaksikannya dan bahwa bakti kami di negeri ini melebihi bakti para pendahulu.” . Tameng dan Benteng Negara Tulisan-tulisanku dalam bahasa Arab selalu terfokus pada tujuan-tujuan besar dan tiap kali tulisan-tulisan itu tiba ke tangan para pembaca Arab saya melihat ada respon dari mereka. Banyak yg menyurati saya banyak pula yg memaki saya ada pula yg memperbaiki dan ada pula yg setuju seperti orang yg minta petunjuk. Saya telah menulis selama sebelas tahun dan tidaklah berlebihan jika saya menyatakan bahwa sayalah satu-satunya orang yg memberikan dukungan ini. Saya berhak menyatakan bahwa sayalah tameng dan benteng negeri ini dari segala bencana. Tuhanku menggembirakan aku “Tidaklah Allah mengazab mereka selama kamu tinggal di tengah-tengah mereka.” “Negeri ini tidak memiliki orang seperti saya atau yg menandingi saya dalam dukunganku dan baktiku. Dan negeri ini akan mengetahuinya jika para pejabatnya orang-orang baik.” . Negara adl Pelindungku dan Pelindung Jamaahku “Tetapi saya mengetahui bahwasanya Allah telah menjadikan pemerintah Inggris sebagai pelindungku dan tempat tinggalku dan jamaahku dgn karunia-Nya yg khusus. Keamanan yg ada pada kita di bawah naungan pemerintah ini tidak mungkin terwujud di Makkah al-Mukarramah dan di Al-Madinah al-Munawwarah.” . Pohon Ini Ditanam oleh Tangan Pemerintahan Inggris Seharusnya pemerintah Inggris memperhatikan keluarga ini dgn penuh perhatian dan kesungguhan krn dia adl tanaman Inggris sendiri dan buatan mereka. “Dan sesungguhnya para pejabat Inggris memperlakukan saya dan kelompokku dgn kasih sayang khusus dan perhatian penuh krn tidak pernah terlambat dalam memberikan pengorbanan baik dgn jiwa maupun dgn darah untukmu .” . Mazhabku dan Akidahku “Telah terbukti dari tempat tinggalku yg islami selama tujuh belas tahun bahwa saya ini setia dan loyal terhadap negara Inggris dari lubuk hati yg dalam. Ketaatan kepada pemerintah dan cinta kepada sesama adl akidahku.” “Akidah ini saya masukkan dalam syarat-syarat baiat bagi pengikutku dan muridku. Dan saya sebutkan akidah ini secara jelas pada point keempat dalam risalah syarat-syarat baiat yg dibagikan kepada seluruh pengikut dan muridku.” . Mazhabku dan akidahku yg kuulang-ulangi adl bahwa Islam itu mempunyai dua aspek pertama ketaatan kepada Allah; kedua ketaatan kepada pemerintah yg mewujudkan keamanan yg melindungi kita dalam naungannya dari orang-orang zalim. Pemerintah itu ialah pemerintah Inggris. . Al-Qadiani dan Jihad “Sesungguhnya Allah telah meringankan secara bertahap kekerasan jihad yaitu perang di jalan Allah. Pada zaman Nabi Musa a.s. diperbolehkan membunuh anak-anak lalu pada zaman Nabi Muhammad saw. dihapuskan bolehnya membunuh anak-anak orang tua dan wanita. Kemudian pada zamanku dihapuskanlah jihad itu sama sekali.” . “Pada hari ini telah dihapuskan jihad dgn senjata. Tak ada lagi jihad setelah hari ini. Maka siapa yg mengangkat senjata terhadap orang non muslim dan menamai dirinya sebagai prajurit ia telah menyalahi Rasulullah saw. yg telah diumumkan tiga belas abad yg lalu tentang penghapusan jihad pada zaman Al-Masih yg dijanjikan dan saya adl Al-Masih yg dijanjikan itu.” “Tidak ada lagi jihad setelah kemunculanku sekarang ini krn kami mengangkat panji perdamaian dan bendera keamanan.” . “Tinggalkan pemikiran jihad sekarang juga. Karena peperangan utk agama telah diharamkan. Telah datang imam dan Al-Masih dan telah turun cahaya dari langit maka tidak ada lagi jihad.” “Bahkan barangsiapa yg berjihad di jalan Allah sekarang maka ia adl musuh Allah ingkar terhadap nabi yg meyakini hal ini.” . “Pemerintah Inggris berkewajiban memahami seluk-beluk ajaran Al-Qadiniah. Karena imam kita telah menghabiskan dua puluh tahun dari usia beliau dalam mengajarkan kepada masyarakat bahwa jihad itu haram haram mutlak. Dia tidak merasa cukup dgn menyebarkan ajaran ini di India saja tetapi ia menyebarkannya pula di negeri-negeri Islam di Arab Syam Afghanista dan seterusnya.” . Al-Qadiani mengatakan “Sesungguhnya golongan ini golongan Al-Qadiniyah senantiasa berjuang siang dan malam utk mencabut akidah yg najis akidah jihad dari hati umat Islam.” . “Golongan Islam yg diamanahkan Allah kepadaku utk menjadi imamnya dan pemimpinnya mempunyai ciri khas bahwa ia tidak setuju dgn jihad dgn senjata dan tidak menantikannya. Bahkan golongan yg penuh berkah ini tidak membolehkannya baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan dan mengharamkannya dgn pengharaman yg tegas.” . “Telah tertulis berkali-kali bahwa Alquran tidak mengajarkan jihad sama sekali. Tetapi ia adl hukum yg khusus dgn zaman tertentu dan tidak berlaku secara abadi. Islam berlepas diri dari kelakuan-kelakuan para raja setelah zaman Nabi krn kesalahan mereka yg sangat jelas dan tujuan-tujuan emosional mereka.” . Pengafiran Orang yg Tidak Percaya dgn Al-Qadiani “Kami akan mendirikan sebuah jamaah lalu Allah meniupkan terompet dgn mulut-Nya sebagai dukungan terhadap jamaah ini maka tertariklah kepada suara ini semua orang yg selamat dan tidak ada yg tinggal kecuali orang-orang yg celaka yg telah ditetapkan utk mereka kesesatan mereka ditinggalkan utk memenuhi jahanam.” . “Sesungguhnya Allah mengilhamkan kepadaku bahwa orang yg tidak mengikutimu dan tidak masuk dalam baiatmu dan tetap menyalahimu maka ia berdosa kepada Allah dan Rasul-Nya dan jahanamku.” . “Semua umat Islam yg belum masuk ke dalam baiat Al-Masih yg dijanjikan baik mereka yg telah melanggar nama Ghulam Ahmad maupun mereka yg belum mendengarkannya seluruhnya orang non muslim keluar dari agama Islam.” . Nikah dgn Selain Orang Qadiani adl Kekafiran “Seorang Qadiani tidak diperbolehkan menikahkan putrinya dgn orang yg bukan Qadiani. Peraturan Al-Masih yg dijanjikan Al-Qadiani ini adl peraturan yg pasti.” Dia mengatakan “Siapa yg menikahkan putrinya dgn orang yg bukan Qadiani maka ia keluar dari jamaah kita meskipun ia mengaku sebagai orang Qadianiyah.” Dia mengatakan pula “Tidak boleh bagi siapa pun dari pengikut kami utk ikut hadir dalam acara-acara pernikahan seperti ini.” . “Boleh mengambil anak-anak wanita umat Islam Hindu Sikh dan tidak boleh kita berikan putri-putri kita kepada mereka.” . “Barang siapa yg menyerahkan putrinya kepada umat Islam diusir dari jamaah dan ia telah kafir.” . “Masalah kelima yg wajib atas jamaah kita saat ini ialah bahwa putri Qadianiyah tidak diserahkan kepada selain Qadiani. Dan siapa yg menyerahkan putrinya kepada selain Qadiani maka sungguh ia tidak mengenal Al-Masih yg dijanjikan dgn pengenalan yg baik dan ia tidak mengenal apa itu Ahmadiyah.” “Apakah ada orang selain Qadiani orang yg tidak beragama menyerahkan putrinya kepada orang Hindu atau Kristen?” “Selain orang Ahmadiyah adl kafir menurut kami tetapi mereka lbh baik dari kamu dalam hal ini krn mereka tidak menyerahkan putri mereka kepada orang non muslim meskipun mereka semua itu sama-sama kafirnya. Tetapi kamu padahal kamu Ahmadiyyin kamu menyerahkan putri kamu kepada orang-orang non muslim.” . “Nikah dgn wanita-wanita Kristen dan wanita-wanita yg percaya dgn waaid boleh.” . “Orang-orang Hindu termasuk ahlul kitab demikian pula orang Sikh.” . Salat di Belakang Selain Qadian Haram Mutlak “Inilah mazhabku yg terkenal bahwa kamu tidak diperbolehkan salat di belakang seseorang yg bukan Qadiani bagaimanapun kondisinya siapa pun dia dan meskipun ia dipuji oleh orang banyak. Ini adl hukum Allah ini yg dikehendaki oleh Allah. Orang yg meragukan hal ini termasuk orang yg mendustakan sedang Allah akan memisahkan kamu dgn mereka.” . “Sesungguhnya Allah memberi tahu kepadaku bahwa haram secara mutlak kamu salat di belakang orang yg mendustaiku atau ragu utk menaatiku. Kamu wajib salat di belakang imam kamu sendiri. Inilah yg disyaratkan dalam hadis imam kamu dari golonganmu. Artinya jika Al-Masih telah turun tinggalkanlah golongan-golongan yg mengaku Islam dan jadikanlah imam kamu dari golonganmu sendiri. Laksanakanlah apa yg diperintahkan. Apakah kamu ingin amal-amalmu runtuh sedangkan kamu tidak merasakan?” . “Tidak dibolehkan seorang pun salat di belakang selain Qadiani. Banyak orang mengulang-ulangi pertanyaan ‘Bolehkah salat di belakang selain Qadiani atau tidak?’ Saya menyatakan ‘Betapa pun kamu bertanya saya tetap menjelaskan bahwa tidak boleh bagi seorang Qadiani salat di belakang selain Qadiani. Tidak boleh. Tidak boleh. Tidak boleh’!” . Hukum Salat di Belakang Selain Qadiani krn Maslahat Khalifah kedua putra Al-Qadiani Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad mengatakan “Pada tahun 1912 saya ke Mesir lalu naik haji. Di Jedah saya ditemani oleh kakek dari ibu lalu kita berangkat bersama ke Mekah. Pada hari pertama pada saat tawaf tiba waktu salat lalu saya berusaha keluar tetapi jalan-jalan sudah tertutup krn keramaian. Tatkala salat dimulai kakek menyuruh saya utk ikut salat. Kita bersama-sama masuk lalu sama-sama salat. Ketika kita pulang ke rumah kita mengatakan ‘Mari kita salat yg dikehendaki oleh Allah yg tidak boleh ditunaikan dan tidak diterima jika dilakukan di belakang selain Qadiani. Lalu kami bersama-sama salat kembali’.” “Demikianlah kita sering salat di rumah. Terkadang pula kita terlambat ke masjid sampai selesai salat jamaah lalu kita salat dgn jamaah kita sendiri. Terkadang ikut pula bersama kita orang yg bukan Qadiani. Ketika kita pulang ke rumah salah seorang kita bertanya kepada khalifah pertama Nuruddin ‘Apa yg seharusnya dilakukan seorang Qadiani dalam salat di belakang selain Qadiani?’ Khalifah menjawab ‘Jika ada kepentingan salat di belakang selain Qadiani ia dibolehkan kemudian ia mengulangi salatnya’.” Tidak Dibolehkan Salat Jenazah Umat Islam meskipun Anak-Anak “Apakah boleh salat atas jenazah anak-anak muslim? Saya mengatakan ‘Tidak boleh sebagaimana tidak bolehnya salat atas anak-anak Hindu anak-anak Kristen krn mazhab anak mengikuti mazhab kedua orang tuanya’.” . “Jika ada pertanyaan ‘Jika seorang wafat di satu tempat yg belum sampai dakwah ke sana lalu ada seorang Qadiani ke sana apakah ia menyalati jenazah tersebut atau tidak’?” “Kami menjawab ‘Kita tidak tahu kecuali perkara lahiriah. Lahiriah orang ini mati sebelum mengenal Rasul dan Nabi Allah jadi kita tidak menyalatinya. Kita juga tidak menyalati orang Qadiani yg salat di belakang umat Islam atau bermuamalah dgn umat Islam krn ia telah keluar dari Qadianiyah.” . “Putra sulung Al-Masih yg dijanjikan dari istri pertamanya bernama Fadhl Ahmad ketika wafat tidak disalati oleh ayah kandungnya sendiri krn ia tidak percaya pada pengakuan-pengakuan ayahnya meskipun ia taat kepadanya dalam urusan-urusan duniawi.” . Ketika Mr. Muhammad Ali Jinnah pendiri Pakistan wafat ia tidak disalati oleh Zhafrullah Khan al-Qadiani menteri luar negeri Pakistan saat itu. Salat kita telah dipisahkan. Menikahkan putri kita dgn mereka telah diharamkan. Menyalati jenazah mereka pun telah dilarang. Lalu pergaulan apalagi yg tersisa dgn mereka. Hubungan itu terbagi dua diniah dan dunawiah.Hubungan diniah yg terbesar ialah ibadah-ibadah. Hubungan duniawiah yg terbesar ialah pernikahan. “Dan telah diharamkan utk kita beribadah bersama mereka dan nikah dgn mereka. Jika kamu bertanya ‘Mengapa dibolehkan nikah dgn wanita-wanita mereka?’ Jawaban saya ialah ‘Sebagaimana kita membolehkan nikah dgn wanita-wanita Kristen.’ Jika kamu bertanya ‘Mengapa dibolehkan salam kepada mereka?’ Jawaban saya ‘Rasul saw. pernah mengucapkan salam kepada Yahudi? kesimpulannya imam kita telah memisahkan kita dgn mereka dari semua segi’.” Sumber Al-Qadiani wa Mu’taqaduhu Asy-Syekh Manzhur Ahmad Chinoti al-Pakistani Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Indonesia

sumber file al_islam.chm