Al-Akram dan Al-Karim

penulis Al-Ustadz Qomar ZA Lc
Syariah Khazanah 05 - Agustus - 2007 06:11:32

Al-Akram adl salah satu Al-Asma`ul Husna. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ
“Bacalah dan Rabbmulah Al-Akram .”
Dalam atsar Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma disebutkan bahwa kedua mengucapkan doa dlm sa’i antara Shafa dan Marwah:
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمْ إِنَّكَ أَنْتَ اْلأَعَزُّ اْلأَكْرَمُ
“Wahai Rabb kami ampunilah dan rahmatilah serta maafkanlah dari kesalahan yg Engkau ketahui krn sesungguh Engkaulah Al-A’az dan Al-Akram.” dgn sanad yg shahih dari keduanya. Lihat Manasik Al-Haj wal ‘Umrah hal. 28}
Nama Allah Subhanahu wa Ta’ala yg lain adl Al-Karim sebagaimana tersebut dlm firman-Nya:
يَا أَيُّهَا اْلإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِ
“Wahai manusia apakah yg telah memperdayakan kamu terhadap Rabbmu Al-Karim?”
Masing-masing dari Al-Akram dan Al-Karim berasal dari akar kata Al-Karam yg memiliki beberapa makna dlm penggunaannya.
Abu Hilal Hasan bin Abdullah Al-‘Askari mengatakan: “Dan kata Al-Karam berkembang dlm beberapa bentuk sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala disebut Al-Karim dan makna adl Al-’Aziz dan itu termasuk shifat dzatiyyah . Di antara yg bermakna demikian adl firman-Nya:
يَا أَيُّهَا اْلإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِ
“Hai manusia apakah yg telah memperdayakan kamu terhadap Rabbmu Al-Karim?”
yakni Yang Maha Perkasa yg tdk bisa dikalahkan.
Dan Al-Karim juga bisa bermakna Al-Jawwad yakni Yang Maha Memberi tanpa diminta. Bila demikian mk itu termasuk shifat fi’liyyah .”
Dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ
“Bacalah dan Rabbmulah Al-Akram .”
nama Al-Akram menurut Al-Qurthubi rahimahullahu sama dgn Al-Karim . Adapun Al-Kalbi mengatakan: “Yakni Yang Maha Pemaaf atas kebodohan hamba-hamba-Nya sehingga tdk segera menghukum mereka.”
Al-Qurthubi rahimahullahu mengatakan makna yg pertama lbh tepat krn ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan pada ayat sebelum tentang ni’mat-ni’mat-Nya dgn itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan kedermawanan-Nya.
Ibnu Manzhur dlm kamus Lisanul ‘Arab mengatakan: “Al-Karim termasuk sifat dan nama Allah Subhanahu wa Ta’ala arti Yang banyak kebaikan-Nya Yang Maha Memberi yg tdk akan habis pemberian-Nya Dialah Yang Maha Memberi secara mutlak.”
Az-Zajjaji mengatakan dlm buku Isytiqaq Asma`illah :
“Al-Karim berarti Al-Jawwad . Al-Karim juga berarti Al-‘Aziz dan Ash-Shafuh . Inilah tiga sisi makna kata Al-Karim dlm bahasa Arab. Boleh utk menyifati Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn semuanya. Di mana bila yg dimaksudkan dgn kata Al-Karim adl Pemberi dan Pemaaf mk ini berkaitan dgn maf’ul bihi krn harus ada yg ada yg diberi dan dimaafkan. Dan bila yg dimaksudkan adl Perkasa mk tdk mesti membutuhkan maf’ul.”
As-Sa’di rahimahullahu berkata: “Ar-Rahman Ar-Rahim Al-Barru Al-Karim Al-Jawwad Ar-Ra`uf dan Al-Wahhab. Nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala ini makna-makna saling berdekatan semua menunjukkan bahwa Ar-Rabb bersifat kasih sayang baik dermawan dan memberi dan menunjukkan keluasan rahmat serta pemberian-Nya yg menyeluruh kepada semua yg ada sesuai dgn hikmah Allah dan Ia khususkan kaum mukminin dgn bagian yg lbh sempurna.”
Berkaitan dgn nama Al-Akram Ibnu Taimiyyah rahimahullahu menjelaskan ketika menafsirkan surat Al-’Alaq ayat 3-5:
“Allah Subhanahu wa Ta’ala menamai dan menyifati diri-Nya dgn sifat Al-Karam dan bahwa dia adl Al-Akram setelah Ia beritakan bahwa Ia menciptakan. Hal ini utk menerangkan bahwa Ia memberikan ni’mat kepada para makhluk serta menyampaikan mereka kepada tujuan yg mulia.
Penciptaan menunjukkan awal mula dan pemberian-Nya menunjukkan akhir seperti dlm surat Al-Fatihah:
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
“Segala puji Rabb sekalian alam.” Lalu mengatakan:
الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
“Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.”
Lafadz Al-Karam mencakup segala sesuatu yg baik dan terpuji bukan dimaksudkan dengan semata pemberian. Bahkan makna pemberian itu adl pelengkap makna krn berbuat yg baik kepada yg lain itu adl merupakan kesempurnaan dan kebaikan. Sedangkan kedermawanan arti adl kebaikan yg banyak dan mudah.. Dan Allah beritakan bahwa diri-Nya adl Al-Akram dgn bentuk tafdhil yg juga diberi alif dan lam ta’rif . Yang seperti ini menunjukkan bahwa Dialah satu-satu-Nya yg Paling Dermawan. Beda hal bila dikatakan bentuk kata yg seperti itu tdk menunjukkan pembatasan .
Dan kata Al-Akram memberi faedah pembatasan .
Juga Allah Subhanahu wa Ta’ala tdk mengatakan “ lbh dermawan daripada ini..” Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan secara mutlak utk menerangkan bahwa Dialah yg paling dermawan secara mutlak tanpa dibandingkan dgn sesuatu . Itu menunjukkan bahwa Dia memiliki sifat kedermawanan yg sampai pada puncak yg tiada lagi di atas-Nya dan tiada kekurangan pada-Nya.”

Sumber Bacaan:
- Shifatullah Subhanahu wa Ta’ala Al-Waridah fil Kitabi Was Sunnah hal. 211
- Syarh Asma`ullah Al-Husna karya Sa’id Al-Qahthani hal. 149
- Tafsir As-Sa’di hal. 946
- Majmu’ Al-Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
- Al-Furuq Al-Lughawiyyah karya Abu Hilal Al-‘Askari
- Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an

Sumber: www.asysyariah.com