"Akhlak Salaf Cerminan Akhlak Al-Quran Dan As Sunnah 2/2" ketegori Muslim.

Akhlak Salaf Cerminan Akhlak Al-Quran Dan As Sunnah 2/2

Kategori Akhlak

Selasa, 29 Juni 2004 06:23:01 WIB

AKHLAK SALAF CERMINAN AKHLAK AL-QURAN DAN AS-SUNNAH

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan [2/2]

Beriman kpd Hari Akhir, arti ialah ; beriman kpd hari kebangkitan setelah kematian. Pada hari itu, dunia lenyap dan datang berganti dgn hari akhir, yaitu Hari Kiamat. Pada hari itu, kiamat pasti datang dan hamba-hamba Allah pasti akan dibangkitkan sebagaimana firman-Nya :

"Arti : Kemudian, sesudah itu, sesungguh kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguh kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat". [Al-Mukminun : 16-17]

"Arti : Dan sesungguh hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan pada ; dan bahwasa Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur". [Al-Hajj : 7]

Yaumul Akhir ialah, hari perhitungan dan pembalasan, jannah dan naar, pemberian buku catatan dari sebelah kanan atau sebelah kiri, diangkat timbangan dan ditimbang peruntukan-peruntukan. Setelah semua usai, maka manusia akan menuju dua tempat, yaitu jannah atau naar. Adapun kaum mukminin maka mereka memasuki jannah dgn rasa bahagia dan mulia. Tetapi orang-orang non muslim akan memasuki naar dgn adzab yg menghinakan. Kita memohon keselamatan kpd Allah.

Berkenan dgn keimanan terhadap Malaikat, maka kita mengimani bahwa Malaikat ialah makhluk yg taat kpd Allah, dia ialah pasukan Allah dan utusan penghubung antara Allah dgn hamba-hamba-Nya dalam menyampaikan perintah dan larangan-Nya.

Allah menjelaskan sifat Malaikat dalam firman-Nya.

"Arti : Mereka tdk mendurhakai Allah terhadap apa yg diperintahkan-Nya kpd mereka dan selalu mengerjakan apa yg diperintahkan". [At-Tahrim : 6]

Allah mencipta Malaikat dari cahaya dan mereka senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya.

Allah berfirman :

"Arti : Maha Suci Allah. Sebenar (malaikat-malaikat itu) ialah hamba-hamba yg dimulyakan, mereka itu tdk mendahului-Nya dgn perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yg dihadapan mereka (malaikat) dan yg dibelakang mereka, dan mereka tdk memberi syafaat melainkan kpd orang-orang yg diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati krn takut kpd-Nya". [Al-Anbiya' : 26-28]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman berkenan dgn mereka (malaikat) :

"Arti : Mereka tdk mendurhakai Allah terhadap apa yg diperintahkan-Nya kpd mereka dan selalu mengerjakan apa yg diperintahkan". [At-Tahrim : 6]

Berkenan dgn iman kpd Al-Kitab, maka maksud ialah iman kpd kitab yg diturunkan dari langit. Yang paling agung di antara kitab yg ada ialah Al-Qur'an Al-Karim. Para Ahlul Iman mempercayai semua kitab telah Allah turunkan kpd para nabi terdahulu. Kitab yg terakhir, teragung, termulia ialah Al-Qur'an Al-Adzim yg diturunkan kpd Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Inilah konsekuensi sebagai mukminin, mereka mengimani semua para nabi dan rasul serta membenarkannya. Nabi yg paling akhir ialah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, dialah penutup para nabi dan sekaligus nabi yg paling afdhal.

Disamping itu, seorang mukmin dituntut menyedekahkan harta yg dicintainya. Dan inilah makna firman Allah :

"Arti : Memberikan harta yg dicintai kpd kerabat ….". [Al-Baqarah : 177]

Para ahlul iman, mereka menginfakkan harta yg dicintai kpd fuqara dan masakin kerabat dekat atau selainnya, berinfak di jalan kebaikan dan jihad terhadap musuh-musuh Allah. Beginilah ahlul iman dan kebaikan, mereka menginfakkan harta benda di jalan kebaikan.

Pada ayat lain Allah juga berfirman :

"Arti : Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo'a kpd Rabb dgn rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yg Kami berikan kpd mereka". [As-Sajdah : 16].

"Arti : Berimanlah kamu kpd Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yg Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yg beriman diantara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari harta memperoleh pahala yg besar". [Al-Hadid : 7].

Pada ayat lain, yaitu Surat Al-Baqarah : 177, Allah berfirman :

"Arti : … dan memberikan harta yg dicintai kpd kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yg memerlukan pertolongan) dan orang-orang yg meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya ….". [Al-Baqarah : 177]

Makna ayat tersebut ialah ; mereka menginfakkan harta mereka untuk beberapa bentuk kebaikan, yaitu ; untuk kerabat dekat, anak-anak yatim, orang-orang fakir, orang-orang miskin bukan dari kerabat dekat dari kalangan orang-orang lemah, untuk Ibnu Sabil, yaitu orang yg melewati negeri asing yg tdk memiliki kecukupan nafkah. Sa'ilun atau orang yg meminta-minta, yaitu orang yg meminta-minta kpd manusia lantaran kebutuhan yg mendesak atau krn kemiskinannya. Bisa juga berarti peminta-minta yg belum diketahui keadaannya. Maka kpd mereka perlu dikasih bantuan guna menutup keadaan mereka yg kekurangan.

Allah berfirman :

"Arti : … memerdekakan hamba sahaya ….." [Al-Baqarah : 177]

Makna : Menginfakkan harta untuk memerdekakan hamba sahaya atau memerdekakan budak, perempuan-perempuan, memerdekakan atau menebus para tawanan.

Kemudian Allah berfirman :

"Arti : …menegakkan shalat dan membayar zakat …."

Makna : Sesungguh orang-orang beriman itu menegakkan shalat dan membayar zakat. Menjaga shalat tepat waktu sebagaimana disyari'atkan Allah dan membayar zakat sebagaimana yg diatur oleh Allah.

Allah berfirman :

"Arti : Dan orang-orang yg memenuhi janji apabila berjanji".
(Yaitu apabila berjanji memenuhi janji itu dan tdk udzur terhadap janjinya).

Kemudian Allah berfirman pula :

"Arti : Dan orang-orang yg sabar dalam al-ba'su, adh-dhara' dan hina al-ba'si".

Arti sabar dalam keadaan perang.

Allah memuji mereka dalam firman-Nya :

"Arti : Mereka itu ialah orang-orang yg benar dan mereka itu ialah orang-orang yg bertaqwa". [Al-Baqarah : 177]

Mereka itu ialah Ahlush Shidqi (orang yg benar) krn telah mewujudkan keimanan dgn amal yg baik dan mewujudkan ketaqwaan kpd Allah Azza wa Jalla.

Disebutkan pula sifat-sifat lain dari sifat Ahlus Shidqi sebagaimana tertera dalam Surat Al-Anfal, Al-Bara'ah dan Surat Al-Mukminun.

Allah berfirman :

"Arti : Sesungguh beruntunglah orang-orang yg beriman, (yaitu) orang-orang yg khusyuk dalam shalatnya". [Al-Mukminun : 1-2]

Pada tempat yg lain, Allah menyebutkan sifat-sifat orang beriman dan kemuliaan akhlaknya. Barangsiapa mengamati Al-Qur'an Al-Karim dan senantiasa berhubungan dgnnya, niscaya akan mendptkan sifat-sifat tersebut. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

"Arti : Ini ialah sebuah kitab yg Kami turunkan kpdmu penuh dgn berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat dan supaya mendpt pelajaran orang-orang yg mempunyai pikiran".[Shad : 29].

Allah berfirman :

"Arti : Sesungguh Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kpd (jalan) yg lebih lurus". [Al-Isra : 9]

"Arti : Katakanlah ; 'Al-Qur'an itu ialah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yg beriman". [Fushilat : 44].

"Arti : Maka apakah mereka tdk memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci". [Muhammad : 24].

[Disalin dari buku Akhlaqul Mukminn wal Mukminat, dgn edisi Indonesia Akhlak Salaf, Mukminin & Mukminat oleh Syaikh Abdul Azin bin Abdullah bin Baaz, hal 27-34, terbitan Pustaka At-Tibyan, penerjemah Ihsan]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=869&bagian=0

Sumber Akhlak Salaf Cerminan Akhlak Al-Quran Dan As Sunnah 2/2 : http://alsofwah.or.id